Batam (SN) – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kota Batam berlangsung semarak dengan nuansa budaya yang begitu kental. Ribuan pelajar dari berbagai sekolah dasar dan menengah pertama memadati Dataran Engku Putri, Batamcentre, Senin (11/5/2026), dalam sebuah pertunjukan tari massal Zapin Ngenang yang memukau.
Sebanyak 5.120 pelajar tampil serempak bersama Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menciptakan suasana penuh semangat, kebersamaan, dan kebanggaan terhadap budaya Melayu.
Balutan busana tradisional Melayu yang dikenakan para pelajar menambah indah pemandangan di pusat pemerintahan Kota Batam. Gerakan Zapin Ngenang yang kompak dan harmonis tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi simbol kuat pelestarian budaya daerah di tengah generasi muda.
Kemeriahan semakin terasa saat Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra turun langsung membaur bersama para siswa di tengah lapangan. Kehadiran Ketua TP PKK Kota Batam, Erlita Amsakar, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang ikut menari bersama menambah hangat suasana.
Momen itu menjadi gambaran nyata kebersamaan antara pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat dalam merayakan Hardiknas.
Sebelum tari massal dimulai, rangkaian kegiatan diawali dengan upacara bendera yang dipimpin langsung oleh Amsakar Achmad sebagai inspektur upacara. Dalam amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, yang dibacakannya, ditegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter bangsa.
“Pendidikan adalah proses yang dijalankan dengan ketulusan, kasih sayang, dan pendampingan untuk menumbuhkan potensi terbaik setiap anak bangsa,” ujar Amsakar.
Ia menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar mencerdaskan kehidupan bangsa, tetapi juga membangun karakter dan peradaban yang kuat. Karena itu, peningkatan kualitas pendidikan harus dimulai dari ruang-ruang kelas, tempat lahirnya generasi masa depan Indonesia.
Semangat pendidikan yang berpadu dengan pelestarian budaya Melayu dalam tari Zapin Ngenang menjadi pesan kuat dalam peringatan Hardiknas tahun ini. Nilai-nilai asah, asih, dan asuh yang diwariskan Ki Hajar Dewantara terasa hidup dalam kebersamaan ribuan pelajar yang menari dengan penuh kegembiraan dan rasa bangga terhadap identitas daerahnya.
Amsakar juga menyampaikan bahwa kualitas sumber daya manusia di Kota Batam terus menunjukkan peningkatan. Hal tersebut terlihat dari kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Batam yang naik dari 83,32 pada 2024 menjadi 83,80 pada 2025.
Sebagai bentuk dukungan terhadap dunia pendidikan, Pemerintah Kota Batam melanjutkan program bantuan seragam sekolah gratis bagi murid baru SD dan SMP, baik negeri maupun swasta. Program ini tidak hanya menyediakan seragam nasional lengkap, tetapi juga seragam kurung Melayu sebagai upaya memperkuat identitas budaya lokal di lingkungan pendidikan.
Menutup peringatan Hardiknas 2026, Amsakar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat kolaborasi demi menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan merata. Semangat itu tercermin jelas dalam tarian Zapin Ngenang yang menyatukan ribuan pelajar dalam harmoni budaya, pendidikan, dan kebersamaan.
“Melalui semangat kebersamaan, mari kita wujudkan pendidikan yang mampu melahirkan generasi cerdas, berkarakter, dan membanggakan daerah serta bangsa,” tutupnya. (***)













