Bintan (SN) – Seorang pria bernama Tofik (41), warga Mentigi, Tanjung Uban, Kabupaten Bintan, berhasil diselamatkan setelah ditemukan hanyut di Perairan Tanjung Sauh, Selat Riau, Kecamatan Bintan Utara, Senin (13/7/2026) siang.
Korban ditemukan oleh kru Speedboat (SB) Sea Eleven Express yang tengah berlayar dari Pelabuhan Telaga Punggur, Batam, menuju Pelabuhan Tanjung Uban. Saat melintas di perairan tersebut, nahkoda dan awak kapal melihat seorang pria mengapung di tengah laut dalam kondisi masih hidup.
Menyadari situasi darurat, nahkoda segera menghentikan laju kapal untuk melakukan penyelamatan. Salah seorang anak buah kapal (ABK) kemudian turun ke laut dan mengevakuasi korban ke atas speedboat.
“Kru kapal bergerak cepat melakukan penyelamatan. Proses evakuasi berlangsung sekitar lima menit hingga korban berhasil diangkat ke atas kapal,” ujar Kasi Humas Polres Bintan AKP H.P. Bako, Selasa (14/7/2026).
Setelah berhasil dievakuasi, Tofik langsung mendapat pertolongan pertama dari kru kapal sebelum perjalanan kembali dilanjutkan menuju Pelabuhan Tanjung Uban.
Sesampainya di pelabuhan, korban diserahkan kepada personel Satpolairud Polres Bintan, Syahbandar, Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas II Tanjung Uban, serta tenaga kesehatan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Berdasarkan keterangan saksi Yulismah, yang merupakan awak SB Sea Eleven Express, korban pertama kali terlihat terapung di sekitar Perairan Tanjung Sauh. Tanpa menunggu lama, salah seorang ABK turun ke laut dan berhasil mengevakuasi korban dalam keadaan selamat.
Dari hasil pendataan awal, korban diduga hanyut setelah terseret arus pasang saat bermain kano dari kawasan Sakera. Informasi tersebut diperoleh dari abang kandung korban yang menyebutkan bahwa Tofik sebelumnya bermain kano sebelum diduga terbawa arus hingga akhirnya ditemukan di tengah laut.
Menerima laporan dari kru speedboat, Satpolairud Polres Bintan langsung berkoordinasi dengan Syahbandar, PLP Kelas II Tanjung Uban, tenaga kesehatan, dan instansi terkait untuk menangani korban.
Selain memastikan kondisi kesehatan korban, petugas juga melakukan pendataan identitas serta meminta keterangan sejumlah saksi guna memastikan penyebab pasti insiden tersebut. (***)












