Karimun (SN) – Basarnas Tanjungpinang bersama Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi dua nelayan yang sempat terombang-ambing di perairan perbatasan Karimun Anak-Malaysia setelah longboat yang mereka gunakan mengalami mati mesin, Minggu (12/7/2026).
Kedua nelayan, Iwan dan Reza, ditemukan dalam kondisi selamat pada Minggu malam di koordinat 1°4’45.96″ LU – 103°35’58.98″ BT setelah Tim SAR melakukan operasi pencarian dan penyelamatan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Tanjungpinang, Fazzli, menjelaskan, insiden bermula ketika kedua nelayan berangkat menjaring ikan menggunakan sebuah longboat sekitar pukul 14.00 WIB.
Namun sekitar pukul 17.15 WIB, mesin kapal mengalami kerusakan yang disusul dengan aki yang mati, sehingga longboat tidak dapat dioperasikan dan hanyut terbawa arus di tengah laut.
“Kedua korban sempat berusaha meminta bantuan kepada kapal ferry yang melintas, namun tidak mendapatkan respons. Informasi kejadian kemudian diteruskan oleh pihak Bea Cukai kepada Pos SAR Tanjung Balai Karimun,” ujar Fazzli.
Menerima laporan tersebut, Tim SAR Gabungan langsung bergerak cepat. Personel Pos SAR Tanjung Balai Karimun dikerahkan menggunakan speedboat milik Lanal Tanjung Balai Karimun menuju lokasi kejadian yang berjarak sekitar 11,20 mil laut dari dermaga.
Setelah melakukan penyisiran di sekitar lokasi, tim akhirnya berhasil menemukan kedua nelayan dalam keadaan selamat sekitar 1,8 mil laut dari titik lokasi awal yang dilaporkan atau Last Known Position (LKP).
Selanjutnya, kedua korban dievakuasi menuju tempat yang aman di Pulau Buru untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
“Dengan ditemukannya seluruh korban dalam keadaan selamat, Tim SAR Gabungan melaksanakan debriefing untuk mengevaluasi jalannya operasi penyelamatan. Operasi SAR hari pertama resmi dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup,” kata Fazzli.
Fazzli juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur Potensi SAR yang terlibat dalam operasi tersebut. Menurutnya, keberhasilan penyelamatan tidak lepas dari sinergi dan koordinasi yang baik antarlembaga dalam menjalankan misi kemanusiaan. Usai operasi dinyatakan selesai, seluruh personel yang terlibat kembali ke kesatuan masing-masing. (***)












