Example 728x250
BatamBerita Kepri

Pemprov Kepri Bangun Dua SMKN Baru di Batam, Perluas Akses Pendidikan Vokasi

1
×

Pemprov Kepri Bangun Dua SMKN Baru di Batam, Perluas Akses Pendidikan Vokasi

Sebarkan artikel ini
Pemprov Kepri membangun dua SMKN baru di Kota Batam, yakni SMKN 13 di Kelurahan Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong, dan SMKN 14 di Tanjunguncang, Kecamatan Batu Aji. Pembangunan sekolah ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, pada Senin (13/7/2026). (F-Diskominfo Kepri)

Batam (SN) – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terus memperkuat komitmennya dalam memperluas akses pendidikan berkualitas, khususnya pendidikan vokasi. Tahun 2026 ini, Pemprov Kepri mulai membangun dua Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) baru di Kota Batam, yakni SMKN 13 di Kelurahan Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong, dan SMKN 14 di Tanjunguncang, Kecamatan Batu Aji.

Pembangunan kedua sekolah tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, pada Senin (13/7/2026), di lokasi pembangunan SMKN 13 Batam.

Acara tersebut dihadiri Wakil Ketua III dan anggota DPRD Provinsi Kepri, Tim Percepatan Pembangunan, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Wali Kota Batam, para pengawas dan kepala SMA/SMK negeri, serta tokoh masyarakat dan perangkat RT/RW Kelurahan Tanjung Buntung.

Dalam sambutannya, Gubernur Ansar Ahmad menegaskan bahwa pembangunan dua SMKN baru ini merupakan langkah strategis untuk memperluas pemerataan akses pendidikan sekaligus menjawab tingginya minat masyarakat terhadap sekolah kejuruan.

“Penambahan dua unit sekolah baru ini dilakukan untuk memperluas akses pendidikan berkualitas di Kota Batam, sekaligus mengatasi terus meningkatnya jumlah pendaftar pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027,” ujar Ansar.

Ia berharap kehadiran SMKN 13 dan SMKN 14 mampu menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia yang siap menghadapi perubahan dunia kerja, perkembangan teknologi, serta kebutuhan industri yang terus berkembang di Kepulauan Riau.

“Kita ingin semakin banyak generasi muda Kepri yang memiliki ilmu, kompetensi vokasi, integritas, serta mampu bersaing untuk mengisi kebutuhan industri yang terus tumbuh,” katanya.

SMKN 13 Batam dibangun di atas lahan seluas 7.360 meter persegi dengan anggaran sebesar Rp4,1 miliar yang bersumber dari APBD Kepri Tahun 2026. Pada tahap awal, pembangunan meliputi enam ruang kelas, satu ruang praktik siswa, satu ruang kepala sekolah, serta satu unit toilet dalam bangunan satu lantai.

Meski demikian, konstruksi gedung telah dirancang menggunakan pondasi tiga lantai sebagai antisipasi pengembangan di masa mendatang. Pemerintah menargetkan pembangunan sekolah tersebut rampung dan diresmikan pada November 2026.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Andi Agung, mengatakan pembangunan SMKN 13 merupakan bentuk sinergi antara Pemerintah Provinsi Kepri dan Pemerintah Kota Batam dalam menindaklanjuti aspirasi masyarakat Kecamatan Bengkong yang menginginkan kehadiran sekolah kejuruan negeri di wilayah tersebut.

Menariknya, meski gedung permanen belum selesai dibangun, proses belajar mengajar SMKN 13 sudah berjalan. Saat ini terdapat 480 siswa yang terbagi dalam 11 rombongan belajar dengan tiga program keahlian, yakni Teknik Pengelasan, Teknik Komputer dan Jaringan, serta Teknik Elektronika Industri. Untuk sementara, kegiatan belajar mengajar masih menginduk di SMAN 8 Batam.

Lebih lanjut, Gubernur Ansar mengungkapkan bahwa Pemprov Kepri akan terus memperkuat pendidikan vokasi. Berdasarkan data pemerintah, sekitar 62 persen lulusan SMP di Kepri, termasuk di Kota Batam, memilih melanjutkan pendidikan ke sekolah kejuruan.

Untuk mengakomodasi tingginya minat tersebut, pemerintah akan melakukan konversi sejumlah SMA menjadi SMK. Dalam waktu dekat, SMAN 18 Tembesi, Sagulung, dan SMAN 29 Tiban, Sekupang, direncanakan berubah status menjadi SMKN 15 dan SMKN 16.

“Kita ingin komposisi sekolah di Kepri ke depan menjadi 70 persen SMK dan 30 persen SMA. Dengan begitu, kebutuhan tenaga kerja terampil yang dibutuhkan dunia industri dapat semakin terpenuhi,” tutup Ansar. (***)

Penulis

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *