Example 728x250
BatamEKONOMINASIONAL

TPK Batu Ampar Bertransformasi, Produktivitas Naik 33 Persen dan Konektivitas Global Kian Kuat

11
×

TPK Batu Ampar Bertransformasi, Produktivitas Naik 33 Persen dan Konektivitas Global Kian Kuat

Sebarkan artikel ini
Terminal Peti Kemas (TPK) Batu Ampar terus bertransformasi menjadi gerbang logistik berstandar internasional melalui modernisasi infrastruktur, peningkatan sistem operasional, dan digitalisasi layanan. (F-BP Batam)

Batam (SN) – Terminal Peti Kemas (TPK) Batu Ampar terus bertransformasi menjadi gerbang logistik berstandar internasional melalui modernisasi infrastruktur, peningkatan sistem operasional, dan digitalisasi layanan. Langkah tersebut berhasil mendongkrak produktivitas pelabuhan sekaligus memperkuat konektivitas pelayaran internasional dari Batam.

Pengembangan terminal yang dikelola PT Batam Terminal Petikemas (BTP) bersama PT Batu Ampar Container Terminal (BACT) sebagai mitra BP Batam itu didukung investasi sekitar USD 85 juta. Dana tersebut digunakan untuk pembaruan peralatan bongkar muat, perluasan lapangan penumpukan peti kemas, peningkatan kapasitas terminal, hingga digitalisasi layanan kepelabuhanan.

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, mengatakan pengembangan TPK Batu Ampar merupakan bagian dari strategi BP Batam untuk membangun ekosistem logistik yang modern dan kompetitif di kawasan Asia Tenggara.

“Sesuai arahan Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, pengembangan TPK Batu Ampar akan terus dipercepat sebagai komitmen mewujudkan sistem logistik yang modern, efisien, serta meningkatkan daya saing Batam sebagai kawasan perdagangan bebas, industri, dan tujuan investasi,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (10/7/2026).

Transformasi tersebut berdampak langsung pada peningkatan kinerja operasional. Produktivitas bongkar muat peti kemas meningkat 33 persen, dari 18 box crane per hour (BCH) menjadi 24 BCH. Sementara produktivitas penanganan kapal melonjak lebih dari tiga kali lipat, dari 12 box ship per hour (BSH) menjadi 40 BSH.

Efisiensi operasional juga terlihat dari waktu putar kapal yang turun 65 persen, dari rata-rata 20 jam menjadi hanya tujuh jam. Adapun waktu tunggu kapal berkurang dari 1,4 jam menjadi 0,6 jam.

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, arus peti kemas di TPK Batu Ampar mencapai 221.183 TEUs, dengan volume ekspor sebesar 71.930 TEUs atau sekitar 32,5 persen dari total arus peti kemas.

Peningkatan layanan turut memperkuat konektivitas pelayaran internasional melalui layanan direct call. Frekuensi kapal berkapasitas 1.200 hingga 2.000 TEUs meningkat menjadi 10–13 kali per bulan. Skema ini juga menekan biaya pengiriman rute Batam–Shanghai menjadi USD 650–800 per kontainer 20 kaki, lebih murah dibandingkan sebelumnya yang mencapai USD 950–1.100 melalui Singapura.

Selain menghemat biaya hingga sekitar USD 300 per kontainer, waktu pengiriman juga dipangkas menjadi delapan hari.

Direktur Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kepelabuhanan BP Batam, Benny Syahroni, mengatakan capaian tersebut menunjukkan pengembangan TPK Batu Ampar berada di jalur yang tepat.

“Ke depan, BP Batam berkomitmen meningkatkan kapasitas terminal agar mampu mengakomodasi pertumbuhan arus barang global dan memperkuat posisi Batam sebagai hub logistik regional,” katanya.

Sementara itu, Direktur PT Batam Terminal Petikemas, Capt. Basori Alwi, menegaskan pihaknya bersama BACT akan melanjutkan pengembangan terminal melalui perluasan fasilitas, pengerukan kolam pelabuhan untuk melayani kapal berukuran lebih besar, serta penerapan sistem digital, termasuk layanan Direct Billing guna mempercepat proses administrasi dan meningkatkan transparansi layanan.

“BP Batam bersama BTP dan BACT akan terus menjalankan berbagai program strategis untuk mendukung pertumbuhan investasi dan perekonomian nasional,” pungkas Basori. (***)

Penulis

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *