Example 728x250
Berita KepriTanjungpinang

Inovasi Hijau MTsN Tanjungpinang, Pokja Konservasi Air Berhasil Panen Perdana Kompos Biopori

7
×

Inovasi Hijau MTsN Tanjungpinang, Pokja Konservasi Air Berhasil Panen Perdana Kompos Biopori

Sebarkan artikel ini
MTsN Tanjungpinang. Melalui Pokja Konservasi Air, berhasil melakukan panen perdana kompos biopori, sebuah inovasi sederhana yang tidak hanya mengurangi sampah, tetapi juga mendukung penghijauan dan menjadi media pembelajaran bagi para siswa. (F-Ist U/Sketsa)

Tanjungpinang (SN) – Upaya mengubah sampah organik menjadi sesuatu yang bermanfaat membuahkan hasil di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Tanjungpinang. Melalui Pokja Konservasi Air, madrasah tersebut berhasil melakukan panen perdana kompos biopori, sebuah inovasi sederhana yang tidak hanya mengurangi sampah, tetapi juga mendukung penghijauan dan menjadi media pembelajaran bagi para siswa.

Keberhasilan panen perdana kompos biopori ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan sampah organik secara berkelanjutan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan. Kompos dihasilkan dari proses penguraian daun-daun kering serta berbagai limbah organik yang dikumpulkan dari lingkungan madrasah melalui lubang biopori.

Hasil panen kompos tersebut selanjutnya dimanfaatkan sebagai pupuk alami untuk menyuburkan tanaman di kawasan hijau MTsN Tanjungpinang sekaligus mendukung program penghijauan yang terus dikembangkan sekolah.

Ketua Pokja Konservasi Air MTsN Tanjungpinang, Tengku Aspalinda, mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan panen perdana tersebut. Menurutnya, hasil ini merupakan buah dari komitmen seluruh warga madrasah dalam mengelola sampah organik secara konsisten.

“Alhamdulillah, hari ini kita dapat melaksanakan panen perdana kompos biopori. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pengelolaan sampah organik yang dilakukan secara konsisten dapat menghasilkan kompos yang bermanfaat bagi tanaman. Kegiatan ini tidak hanya membantu mengurangi volume sampah, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi peserta didik tentang pentingnya menjaga lingkungan dan memanfaatkan sumber daya yang ada secara bijak,” ujar Tengku Aspalinda, Rabu (8/7/2026) lalu.

Ia berharap keberhasilan panen kompos biopori ini menjadi motivasi bagi seluruh warga madrasah untuk terus mendukung program konservasi lingkungan, mulai dari pemilahan sampah, pemanfaatan lubang biopori, hingga berbagai kegiatan ramah lingkungan lainnya.

Sementara itu, Kepala MTsN Tanjungpinang, Suriyati, memberikan apresiasi kepada Pokja Konservasi Air yang telah berhasil menghadirkan inovasi pengelolaan sampah organik hingga menghasilkan kompos yang siap dimanfaatkan.

Menurutnya, program tersebut bukan hanya menciptakan lingkungan sekolah yang lebih bersih dan hijau, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter peduli lingkungan bagi para peserta didik.

“Saya sangat mengapresiasi kerja keras Pokja Konservasi Air yang telah berhasil melaksanakan panen perdana kompos biopori ini. Kegiatan ini merupakan langkah positif dalam membangun budaya peduli lingkungan di madrasah. Selain menjaga kebersihan lingkungan, program ini juga memberikan manfaat ekonomi dan edukasi bagi peserta didik,” kata Suriyati.

Ia berharap program kompos biopori terus dikembangkan sebagai bagian dari penguatan Program Adiwiyata serta membiasakan peserta didik untuk menerapkan gaya hidup ramah lingkungan sejak dini.

Seluruh hasil panen akan dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk berbagai tanaman di taman dan area hijau MTsN Tanjungpinang, sekaligus menjadi bukti bahwa sampah organik dapat diolah menjadi sumber daya yang bernilai bagi lingkungan. (***)

Penulis

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *