Example 728x250
EKONOMINASIONAL

Pelindo Catat Kenaikan Arus Peti Kemas, Ekonomi Indonesia Tetap Solid

9
×

Pelindo Catat Kenaikan Arus Peti Kemas, Ekonomi Indonesia Tetap Solid

Sebarkan artikel ini
Meningkatnya arus peti kemas di berbagai pelabuhan utama Indonesia yang dikelola PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo. Terlihat kesibukan disalah satu pelabuhan peti kemas di Indonesia. (F-Pelindo)

Jakarta (SN) – Aktivitas ekonomi nasional menunjukkan tren positif pada awal 2026. Hal ini terlihat dari meningkatnya arus peti kemas di berbagai pelabuhan utama Indonesia yang dikelola PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo.

Hingga April 2026, total arus peti kemas mencapai 6,42 juta TEUs atau tumbuh sekitar 7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 5,99 juta TEUs. Kenaikan ini menjadi sinyal kuat bahwa aktivitas produksi, perdagangan, distribusi, hingga investasi nasional masih bergerak solid di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar, mengatakan pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya aktivitas perdagangan internasional maupun distribusi domestik. Segmen internasional tercatat tumbuh sekitar 11 persen, dengan ekspor naik 10 persen dan impor meningkat 12 persen. Sementara itu, arus peti kemas domestik juga tumbuh sekitar 4 persen.

“Peningkatan ini menunjukkan rantai pasok dan distribusi nasional tetap berjalan baik serta mendukung aktivitas ekonomi di berbagai daerah,” ujar Achmad, Jumat (29/5/2026).

Sejumlah komoditas ekspor berbasis peti kemas turut mencatat pertumbuhan positif, seperti produk kimia, mesin dan peralatan mekanis, serta minyak dan lemak nabati. Di sisi impor, kenaikan terbesar terjadi pada mesin produksi, perlengkapan elektrik, dan bahan pendukung industri yang mencerminkan masih kuatnya investasi dan aktivitas manufaktur nasional.

Pertumbuhan arus peti kemas juga terjadi di pelabuhan utama seperti Tanjung Priok Jakarta, Tanjung Emas Semarang, Tanjung Perak Surabaya, hingga Makassar. Distribusi barang ke kawasan timur Indonesia pun terus meningkat, menandakan aktivitas ekonomi yang semakin merata antarwilayah.

Pemerintah bersama Pelindo terus memperkuat kapasitas dan layanan pelabuhan melalui modernisasi alat bongkar muat, digitalisasi layanan, hingga pengembangan terminal peti kemas. Sepanjang 2025 hingga 2026, pembangunan dan rehabilitasi fasilitas pelabuhan telah dilakukan di 74 lokasi di seluruh Indonesia.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Muhammad Masyhud, menegaskan penguatan infrastruktur pelabuhan menjadi langkah penting untuk menjaga kelancaran logistik nasional dan mendukung pertumbuhan perdagangan Indonesia ke depan.

“Dalam kurun waktu 2025 hingga 2026, pembangunan dan rehabilitasi fasilitas pelabuhan milik pemerintah telah dilakukan di 74 lokasi di seluruh Indonesia,” sebutnya.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat jaringan pelabuhan hub and spoke, mengembangkan pelabuhan pengumpul dan pengumpan di kawasan timur Indonesia, mengintegrasikan pelabuhan dengan kawasan industri dan hilirisasi, serta memperkuat konektivitas logistik nasional.

“Dengan tren positif tersebut, sektor kepelabuhanan dinilai akan terus menjadi tulang punggung distribusi barang, perdagangan internasional, dan penggerak pertumbuhan ekonomi nasional,” sebutnya. (***)

Penulis

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *