Batam (SN) – Harapan yang sempat memudar akhirnya berubah menjadi kabar menggembirakan. Korban terakhir yang sebelumnya dilaporkan hilang dalam insiden kapal tunda (tugboat) ASL Mega yang terbalik di perairan PT ASL Tanjung Uncang, Kota Batam, berhasil ditemukan dalam keadaan selamat setelah tiga hari terjebak di dalam badan kapal.
Korban bernama Yusuf Tangkil (57) ditemukan hidup di dalam ruang mesin kapal pada Minggu (8/3/2026). Ia mampu bertahan selama tiga hari berkat adanya kantong udara (air pocket) di dalam ruangan tersebut.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Tanjungpinang, Fazzli, menjelaskan bahwa pada hari ketiga pencarian, Tim SAR Gabungan memulai operasi sejak pukul 04.30 WIB sesuai Rencana Operasi (RenOps), dengan fokus utama melakukan penyisiran di bagian dalam kapal yang terbalik.
Di lokasi kejadian, tim penyelam dari PT ASL Batam diterjunkan untuk melakukan penyelaman ke dalam lambung kapal.
“Sekitar sepuluh menit setelah penyelaman dilakukan, tim berhasil menemukan satu orang korban di dalam ruang mesin kapal,” ujar Fazzli.
Penemuan tersebut menjadi momen yang sangat mengharukan bagi tim penyelamat. Yusuf ditemukan dalam kondisi masih hidup, meski telah terjebak di dalam kapal selama tiga hari.
Tim SAR gabungan kemudian segera melakukan proses evakuasi dan membawa korban ke Rumah Sakit Mutiara Aini Batam untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Setelah seluruh korban berhasil ditemukan, Tim SAR Gabungan melaksanakan debriefing pada pukul 06.00 WIB. Dengan terpenuhinya seluruh target pencarian, operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup.
Seluruh unsur SAR yang terlibat pun kembali ke satuan masing-masing. Pimpinan operasi menyampaikan apresiasi atas kerja sama dan sinergi berbagai pihak yang terlibat dalam misi kemanusiaan tersebut.
Dalam insiden ini tercatat lima orang korban, dengan rincian sebagai berikut:
Korban selamat (2 orang):
1. M. Habib Ansyari (20) – Langkat
2. Yusuf Tangkil (57) – Samarinda
Korban meninggal dunia (3 orang):
1. Abdul Rahman (59) – Tiban, Batam
2. Guntur Pardede (51) – Tiban Lama, Batam
3. Jhonson Bertuahman (47) – Tembesi, Batam
Operasi pencarian ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas, TNI/Polri, instansi terkait, potensi SAR, hingga pihak perusahaan. Kolaborasi tersebut menjadi kunci dalam upaya penyelamatan dan penanganan insiden darurat di perairan Batam. (***)

