Gelombang Pertama Tiba di Madinah, Jemaah Haji Indonesia Diminta Tak Memaksakan Diri

Gelombang pertama jemaah haji Indonesia akhirnya tiba di Madinah, Arab Saudi, menandai dimulainya perjalanan spiritual panjang menuju puncak ibadah haji 2026, Kamis (23/4/2026). (F-Kemenhaj)

Madinah (SN) – Gelombang pertama jemaah haji Indonesia akhirnya tiba di Madinah, Arab Saudi, menandai dimulainya perjalanan spiritual panjang menuju puncak ibadah haji 2026. Suasana haru dan bahagia menyelimuti kedatangan ribuan jemaah yang sejak lama menantikan momen suci ini.

Pada hari pertama, sebanyak 5.997 jemaah yang tergabung dalam 15 kelompok terbang (kloter) mendarat secara bertahap di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz hingga pukul 22.55 waktu setempat. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Yogyakarta, Jakarta, Medan, Lombok, Solo, hingga Makassar.

Di balik semangat yang menggebu, para jemaah diingatkan untuk tetap menjaga kondisi fisik. Konsul Jenderal Republik Indonesia di Jeddah, Yusron B. Ambary, menekankan pentingnya mengatur energi sejak awal, mengingat mayoritas jemaah merupakan lanjut usia.

“Jemaah diharapkan tidak memaksakan diri, apalagi jika kondisi tubuh sedang tidak fit. Rangkaian ibadah haji masih panjang dan membutuhkan stamina yang prima,” ujarnya pada Kamis (23/4/2026) dikutip dari laman resmi Kemenhaj.

Hal senada disampaikan Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah, Khalilurrahman. Ia mengingatkan jemaah untuk waspada terhadap cuaca panas khas Madinah. Penggunaan payung, kacamata, masker, serta alas kaki yang nyaman sangat dianjurkan.

“Selain itu, jemaah diminta rutin minum air, setidaknya dua hingga tiga teguk setiap 20–30 menit agar terhindar dari dehidrasi. Perlindungan tambahan seperti tabir surya dan pelembap bibir juga disarankan untuk menjaga tubuh dari paparan panas ekstrem,” ujarnya.

Di tengah berbagai imbauan tersebut, kabar menggembirakan datang bagi sebagian jemaah. Lebih dari 2.500 jemaah dari lima kloter pertama mendapatkan fasilitas hotel yang sangat dekat dengan Masjid Nabawi—hanya sekitar 50 meter dari pintu 330.

Kedekatan ini menjadi kemudahan besar, terutama bagi lansia dan penyandang disabilitas, untuk beribadah, termasuk berziarah ke Raudhah.

Tahun ini, penyelenggaraan haji juga menghadirkan sejumlah pembaruan. Salah satunya adalah distribusi kartu Nusuk yang kini sudah diberikan sejak di Tanah Air. Setibanya di Madinah, jemaah hanya perlu mengikuti sosialisasi penggunaannya di hotel masing-masing. (***)

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *