Batam (SN) – Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI) meresmikan Markas Komando (Mako) Zona Barat, Tengah, dan Timur dalam sebuah seremoni yang dipusatkan di Mako Bakamla Zona Barat, Jalan Trans Barelang Jembatan IV, Setokok, Bulang, Batam, Kamis (23/4/2026).
Peresmian dipimpin langsung oleh Kepala Bakamla RI, Laksamana Madya TNI Irvansyah, yang menandai operasional fasilitas strategis tersebut melalui penandatanganan prasasti, pemotongan pita, serta peninjauan gedung pusat komando maritim yang kini menjadi salah satu infrastruktur pengawasan laut modern di Indonesia.
Kehadiran Mako ini menegaskan langkah penguatan sistem keamanan laut nasional, terutama di wilayah perairan barat Indonesia yang memiliki tingkat aktivitas pelayaran internasional yang sangat tinggi.
Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Irvansyah menekankan bahwa penguatan keamanan laut hanya dapat dicapai melalui kerja sama lintas sektor. Saat ini, Bakamla telah mengintegrasikan 17 kementerian dan lembaga dalam sistem pengawasan maritim nasional.
Ia juga menyebutkan bahwa Pusat Komando dan Pengendali (Puskodal) di seluruh zona ditargetkan dapat beroperasi penuh pada akhir tahun sebagai bagian dari National Command Center.
“Keamanan laut tidak bisa dilakukan sendiri. Dukungan pemerintah daerah sangat penting, termasuk dalam penyediaan lahan dan percepatan pembangunan,” tegasnya.
Irvansyah menambahkan, pembangunan Mako Bakamla Zona Barat yang berdiri saat ini merupakan hasil transformasi kawasan yang sebelumnya berupa lahan rawa menjadi fasilitas strategis modern yang siap mendukung operasi maritim nasional.
Selain memperkuat keamanan, keberadaan Mako ini juga diharapkan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar wilayah perbatasan.
Sementara itu Walikota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, yang turut hadir dalam peresmian tersebut, menyampaikan apresiasi atas pembangunan Mako Bakamla di Batam. Ia menilai fasilitas ini menjadi penguat posisi Batam sebagai kawasan strategis nasional.
“Keberadaan Mako ini sangat penting karena Batam berada di jalur strategis Selat Malaka dan Selat Singapura yang memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi. Ini akan memperkuat pengawasan dan keamanan laut kita,” ujar Amsakar.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Batam dan BP Batam siap memperkuat sinergi dengan Badan Keamanan Laut Republik Indonesia dalam menjaga stabilitas wilayah perairan. Menurutnya, keamanan laut merupakan fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk kelancaran investasi dan aktivitas masyarakat pesisir.
Acara kemudian ditutup dengan peninjauan ruang Puskodal dan fasilitas pendukung lainnya, yang menjadi simbol kesiapan Bakamla dalam memperkuat sistem keamanan maritim nasional di kawasan strategis perbatasan Indonesia. (***)

