Bintan (SN) – Sebanyak 44 Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Bintan resmi dilepas. Prosesi pelepasan berlangsung di Aula Bandar Seri Bentan pada Jumat (17/4/2026), dipimpin langsung oleh Bupati Bintan, Roby Kurniawan, yang turut mengiringi keberangkatan dengan doa dan restu dari masyarakat serta para alim ulama.
Dengan penuh harapan, Roby mengawali sambutannya, “Di hari Jumat yang penuh berkah ini, dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Jemaah Calon Haji Kabupaten Bintan secara resmi kami lepas. Doa kami, selamat pergi dan selamat kembali.” Suasana pun semakin terasa emosional saat keluarga dan kerabat turut melepas kepergian para tamu Allah tersebut.
Rombongan JCH selanjutnya akan bergerak menuju Pelabuhan Bulang Linggi Tanjung Uban untuk menyeberang ke Pelabuhan Telaga Punggur, Kota Batam. Di sana, mereka akan bergabung dengan jemaah dari berbagai daerah lain dalam Embarkasi Batam, sebelum melanjutkan perjalanan melalui Bandara Internasional Hang Nadim menuju King Abdul Aziz International Airport di Arab Saudi.
Dalam pesannya, Roby mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan kesiapan mental selama menjalankan rangkaian ibadah haji. Ia juga menekankan agar para jemaah senantiasa memperkuat kesabaran dan keikhlasan.
“Mekkah Al Mukaromah dan Madinah Al Munawaroh adalah dua kota suci yang selalu dirindukan umat Islam. Tingkatkan kesabaran, ikhlas dalam beribadah, jaga kesehatan, serta mantapkan niat untuk meraih haji mabrur. Jangan lupa doakan kami di Bintan agar menjadi negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” pesannya.
Ia juga mengingatkan bahwa ibadah haji bukan hanya perjalanan spiritual, tetapi juga membutuhkan kesiapan fisik yang prima. Para jemaah diminta untuk tidak ragu memeriksakan kondisi kesehatan kepada petugas medis yang selalu siaga mendampingi.
“Semaksimal mungkin jaga stamina. Perjalanan ini masih panjang hingga puncak ibadah pada 10 Dzulhijjah nanti,” tambahnya.
Tahun ini, JCH asal Bintan terdiri dari 23 laki-laki dan 21 perempuan. Jemaah termuda di antaranya adalah Muhammad Fathur Rahman dan Annis Khorinnisa, masing-masing berusia 30 tahun. Sementara jemaah tertua adalah Abdul Manan Zam (70 tahun) dan Indeng (77 tahun). (***)

