Dibuka di SMAN 5, FLS3N 2026 Siapkan Wakil Tanjungpinang ke Tingkat Provinsi

Peserta lomba FLS3N SMA/SMK, dan MA bersama Ketua MKKS dan Kepala Sekolah SMA N 5 usai pembukaan ajang FLS3N SMA/SMA, dan MA Kota Tanjungpinang, di ruang pertemuan SMA N 5 Tanjungpinang, Rabu, 22 April 2026.(Foto: zulfikar-sketsanews.id)

Tanjungpinang (SN) – Lantunan Manusia Kuat milik Tulus mengawali pembukaan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) SMA/SMK/MAN Kota Tanjungpinang 2026 di SMAN 5 Tanjungpinang, Rabu, 22 April 2026.

Ajang seni pelajar bergengsi ini mempertandingkan 16 cabang lomba dan berlangsung selama sembilan hari, 22–30 April di 9 SMA/SMK se Kota Tanjungpinang.

Ketua MKKS SMA/MA Kota Tanjungpinang, M Tohir Karjono, menegaskan festival ini bukan sekadar ajang kompetisi, tapi sebagai ruang tumbuh nyata bagi siswa.

“Karakter dan keterampilan adalah bekal nyata. Tidak ada lagi profesi yang mainstream semua bisa menghasilkan, asal ditekuni,” kata Tohir saat membuka langsung ajang tersebut.

Tohir menyebut, pemenang setiap cabang lomba akan langsung melaju mewakili Kota Tanjungpinang ke FLS3N tingkat Provinsi pada Mei mendatang. MKKS berjanji selektif dalam menentukan wakil untuk berlaga di ajang FLS3N tingkat Provinsi.

“Mudah-mudahan perwakilan Tanjungpinang bisa melangkah lebih jauh di tingkat nasional,” kata Tohir.

Kepala SMAN 5 Tanjungpinang, Imam Syafii, menyebut FLS3N sebagai investasi karakter jangka panjang.

“Di lomba ini ada kedisiplinan, kreativitas, dan kejujuran. Bakat yang diasah hari ini diharapkan bisa menghidupi mereka kelak,” ujarnya.

Ketua Panitia Pelaksana, Dyah Anggrani, menyampaikan, tema FLS3N tahun ini Menumbuhkan Karakter Bangsa melalui Kreativitas dan Apresiasi Seni Budaya. Penyelenggaraan FLS3N SMA/MA tingkat Kota Tanjungpinang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Kepri bersama MKKS SMA/MA Kota Tanjungpinang.

Dia juga merinci, 16 cabang lomba FLS3N SMA/MA Tanjungpinang 2026, yakni gitar, menulis cerpen, jurnalistik, fotografi, komik digital, film pendek, kriya, instrumen musik tradisional, tari kreasi, desain poster, cipta puisi, baca puisi, vokal solo putra, vokal solo putri, monolog, dan cipta lagu solo.

“Seluruh juri berasal dari tenaga profesional di bidang masing-masing,” sebutnya.

Dua cabang pertama yang bergulir pada hari pembukaan adalah jurnalistik dan kriya.

“Lomba jurnalistik diikuti 9 peserta, sementara kriya diikuti 7 peserta,” ujarnya.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *