Example 728x250
Berita KepriHUKRIMNASIONALTanjungpinang

Kepri dan Kementerian P2MI Perkuat Perlindungan serta Kompetensi Pekerja Migran

20
×

Kepri dan Kementerian P2MI Perkuat Perlindungan serta Kompetensi Pekerja Migran

Sebarkan artikel ini
Penandatanganan kesepakatan bersama antara Kementerian P2MI, Pemprov Kepri, Politeknik Negeri Batam, dan Batam Tourism Polytechnic di Gedung Daerah Kepri, Tanjungpinang, Senin (8/6/2026). (F-Diskominfo Kepri)

Tanjungpinang (SN) – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) memperkuat sinergi dalam meningkatkan kualitas dan perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Kementerian P2MI, Pemprov Kepri, Politeknik Negeri Batam, dan Batam Tourism Polytechnic di Gedung Daerah Kepri, Tanjungpinang, Senin (8/6/2026).

Kesepakatan yang berlaku selama lima tahun itu ditandatangani oleh Menteri P2MI Mukhtarudin, Gubernur Kepri Ansar Ahmad, Direktur Politeknik Negeri Batam Bambang Hendrawan, dan Direktur Batam Tourism Polytechnic Siska Amelia Maldin.

Menteri P2MI Mukhtarudin mengatakan kerja sama tersebut menjadi langkah penting dalam menyiapkan calon pekerja migran yang memiliki keterampilan dan kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja internasional.

“Kami ingin membangun ekosistem pekerja migran yang berkualitas, mulai dari penyiapan SDM hingga perlindungannya,” kata Mukhtarudin.

Menurutnya, arah kebijakan pemerintah saat ini berfokus pada peningkatan jumlah pekerja migran terampil (skilled worker) agar semakin banyak tenaga kerja Indonesia yang dapat mengisi sektor formal dan profesional di luar negeri.

Mukhtarudin juga menilai posisi Kepulauan Riau yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Singapura menjadi keunggulan strategis dalam mendukung pengembangan pekerja migran yang berdaya saing global.

Sementara itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyebut Kepri memiliki peluang ekonomi yang besar sebagai wilayah perbatasan dan jalur perdagangan internasional. Namun, kondisi tersebut juga menuntut pengawasan yang kuat terhadap berbagai kejahatan lintas negara, termasuk perdagangan orang dan penempatan PMI ilegal.

“Karena itu sinergi dan pengawasan harus terus diperkuat untuk melindungi masyarakat dan pekerja migran kita,” ujar Ansar.

Ia juga menegaskan bahwa kerja sama dengan Politeknik Negeri Batam dan Batam Tourism Polytechnic akan memperkuat upaya mencetak tenaga kerja yang kompeten dan siap bersaing di pasar kerja global.

Menurutnya, penguatan pendidikan vokasi menjadi salah satu strategi utama Pemprov Kepri dalam menyiapkan SDM yang sesuai dengan kebutuhan industri dan investasi.

Melalui kerja sama ini, Pemprov Kepri dan Kementerian P2MI akan fokus pada peningkatan kompetensi calon PMI melalui pelatihan, penguasaan bahasa asing, kewirausahaan, dan pemberdayaan ekonomi.

Di sisi lain, perlindungan PMI juga diperkuat melalui pengawasan penempatan, layanan pengaduan, fasilitasi kesehatan, penanganan kasus di luar negeri, hingga pemulangan secara layak dan bermartabat. (***)

Penulis

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *