Tanjungpinang (SN) – Pariwisata Kepri menghadapi tantangan serius seiring meningkatnya dinamika geopolitik global.
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad menilai ketegangan internasional berpotensi memicu travel warning yang langsung memengaruhi persepsi keamanan wisatawan terhadap destinasi.
Selain itu, fluktuasi harga minyak dunia turut menekan sektor pariwisata Kepri melalui kenaikan biaya transportasi udara dan laut.
Kondisi ini berdampak langsung pada mobilitas wisatawan, terutama wisatawan mancanegara yang selama ini menjadi tulang punggung kunjungan.
Ansar menegaskan, posisi strategis Kepri sebagai beranda NKRI sekaligus pintu gerbang wisatawan internasional menuntut kebijakan yang cepat dan adaptif.
Pemerintah Provinsi Kepri memperkuat strategi pariwisata Kepri melalui kemudahan akses masuk wisatawan.
Ansar menyebut penggunaan autogate di keimigrasian serta optimalisasi kebijakan Visa on Arrival menjadi langkah utama.
“Kepri memiliki posisi strategis sebagai beranda NKRI dan pintu gerbang wisatawan mancanegara. Karena itu, kami memperkuat strategi pariwisata agar tetap resilien di tengah dinamika geopolitik global,” ujar Ansar di Kota Tanjungpinang, kemarin.
Selain akses, Pemprov Kepri juga mengembangkan sport tourism dan marine tourism sebagai keunggulan utama daerah kepulauan.
Strategi ini memperkuat daya tarik destinasi sekaligus memperluas segmen pasar wisata.
Pemprov juga mendorong diversifikasi pasar melalui peningkatan wisatawan nusantara untuk mengurangi ketergantungan pada pasar luar negeri.
Ansar menambahkan, secara geografis, Kepri berbatasan langsung dengan Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Kamboja. Wilayah ini juga berada di jalur vital Selat Malaka yang dilintasi sekitar 80 ribu kapal dan 70 juta kontainer setiap tahun.
“Posisi strategis tersebut turut mendukung perkembangan sektor pariwisata di Kepulauan Riau,” sebutnya.
Dia melanjutkan, sepanjang 2025 data menunjukkan pariwisata Kepri mencatat 2.027.037 kunjungan wisatawan mancanegara.
Menurutnya, angka ini menempatkan Kepri sebagai pintu masuk wisman terbesar ketiga di Indonesia setelah Bali dan DKI Jakarta.
Tahun 2026 ini, Pemprov Kepri menargetkan 2,7 juta kunjungan wisatawan mancanegara. Ansar optimistis target tersebut dapat tercapai melalui kolaborasi lintas sektor dan penguatan strategi pariwisata Kepri.(***)

