Example 728x250
BeritaEKONOMINASIONAL

Pertamina Dorong UMKM Ulos Samosir Tembus Pasar Lebih Luas

7
×

Pertamina Dorong UMKM Ulos Samosir Tembus Pasar Lebih Luas

Sebarkan artikel ini
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut turut mendorong lahirnya ekonomi kreatif yang berkelanjutan lewat Sakkamadeha Gallery and Workshop, Rabu (13/5/2026). (F-Pertamina)

Medan (SN) – Di tengah pesona kawasan Danau Toba, semangat melestarikan budaya Batak tumbuh melalui tangan-tangan para penenun lokal di Desa Lumban Suhi Suhi Toruan, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir.

Melalui dukungannya terhadap UMKM berbasis budaya lokal, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut turut mendorong lahirnya ekonomi kreatif yang berkelanjutan lewat Sakkamadeha Gallery and Workshop, Rabu (13/5/2026).

Sakkamadeha, yang dalam bahasa Batak berarti “Pohon Kehidupan”, bukan sekadar galeri tenun. Usaha yang dirintis Stella Florensia Hutajulu ini menjadi simbol harapan agar warisan budaya ulos tetap hidup sekaligus mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Sejak menjadi mitra binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut pada 2020, Sakkamadeha terus berkembang dan kini memberdayakan sekitar 70 penenun lokal. Para perajin tersebut berasal dari berbagai kalangan, mulai dari ibu rumah tangga, anak muda, hingga penenun dari luar daerah.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan dukungan terhadap Sakkamadeha merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat UMKM berbasis kearifan lokal.

“Melalui rumah produksi di Samosir, Sakkamadeha telah memberdayakan kurang lebih 70 penenun lokal untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi dengan nilai ekonomi berkelanjutan. Ini sejalan dengan komitmen Pertamina dalam mendukung dan memajukan UMKM berbasis budaya lokal,” ujar Fahrougi.

Di galeri sederhana yang berada tidak jauh dari kawasan Danau Toba tersebut, kain ulos tidak hanya dipasarkan dalam bentuk tradisional. Sakkamadeha juga menghadirkan berbagai produk siap pakai seperti pakaian kasual, kemeja, hingga aksesori yang dirancang agar lebih dekat dengan gaya hidup generasi muda.

“Di galeri ini, kami tidak hanya menjual kain tenun tetapi juga mengolahnya menjadi produk siap pakai seperti pakaian kasual. Hal ini membuat ulos lebih fleksibel digunakan sehari-hari, terutama bagi generasi muda,” kata Stella.

Saat ini, Sakkamadeha memiliki tiga unit usaha utama, yakni sentra produksi tenun, galeri penjualan produk, dan rumah jahit. Produk yang ditawarkan pun beragam, mulai dari kain tenun dengan harga Rp300 ribu hingga Rp2 jutaan, serta produk jadi seperti kaos mulai Rp50 ribu dan kemeja hingga Rp500 ribu.

Untuk memperluas pasar, Sakkamadeha aktif memanfaatkan media sosial melalui Instagram dan Facebook @Sakkamadeha, termasuk rutin melakukan siaran langsung guna memperkenalkan produk kepada pelanggan yang lebih luas. Selain itu, dukungan Pertamina juga diwujudkan melalui keterlibatan mereka dalam berbagai pameran dan event nasional, salah satunya ajang F1 Powerboat atau F1H2O di Danau Toba.

Bagi Stella, dukungan tersebut menjadi penyemangat bagi para penenun lokal untuk terus berkarya dan mengembangkan usaha berbasis budaya.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut yang terus mendukung usaha kecil seperti kami. Harapannya, ke depan kami bisa terus berkembang dan membawa produk lokal ini semakin dikenal, tidak hanya di Sumatera Utara tetapi juga hingga ke pasar global,” tuturnya.

Melalui pendampingan terhadap UMKM seperti Sakkamadeha, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut terus berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis budaya sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. (***)

Penulis

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *