Example 728x250
BatamBerita Kepri

Perkuat Silaturahmi dengan Media, Ariastuty: Kritik Justru Dibutuhkan Pemerintah

4
×

Perkuat Silaturahmi dengan Media, Ariastuty: Kritik Justru Dibutuhkan Pemerintah

Sebarkan artikel ini
Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra foto bersama dengan sejumlah insan pers di Batam, (F-BP Batam)

Batam (SN) – Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menegaskan pentingnya membangun komunikasi yang sehat, profesional, terbuka, dan saling menghormati antara pemerintah dan insan pers.

Menurut Ariastuty, hubungan yang baik dengan media menjadi bagian penting dalam memastikan informasi terkait kebijakan dan pembangunan Batam dapat diterima masyarakat secara utuh dan berimbang.

Hal tersebut sejalan dengan semangat Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, yang terus mendorong penguatan silaturahmi dan komunikasi dengan para pemimpin redaksi serta insan media di Batam.

Ariastuty menegaskan, silaturahmi tersebut bukan semata-mata membahas pemberitaan, melainkan menjadi ruang untuk bertukar pandangan, menyampaikan masukan, serta memahami tantangan pemerintah dan media di tengah perkembangan era digital.

“Ibu Li Claudia ingin membangun komunikasi yang lebih dekat dengan media. Silaturahmi ini bukan untuk membatasi ruang kritik, tetapi justru membuka ruang dialog agar pemerintah dan media bisa saling mendengar dan memahami,” ujar Ariastuty.

Ia menambahkan, BP Batam menghargai peran media dalam menjalankan fungsi kontrol sosial. Kritik yang disampaikan secara kritis dan profesional dinilai penting sebagai bahan evaluasi serta perbaikan pemerintah.

Namun demikian, Ariastuty berharap setiap informasi yang disampaikan kepada publik tetap mengedepankan akurasi, verifikasi, konfirmasi, data, dan keberimbangan.

“Kami tentu ingin media tetap kritis. Kritik itu penting. Tetapi kritik yang kuat lahir dari proses jurnalistik yang kuat ada verifikasi, ada konfirmasi, ada data, dan ada keberimbangan,” katanya.

Di sisi lain, pemerintah juga berkomitmen membuka akses informasi dan memberikan ruang konfirmasi kepada media. Dengan komunikasi yang terjalin sejak awal, berbagai kebijakan maupun persoalan pembangunan Batam diharapkan dapat dipahami secara lebih komprehensif.

“Kami tidak membutuhkan media yang hanya memuji pemerintah. Kami membutuhkan media yang kritis dan profesional. Kalau kritiknya berdasarkan data dan melalui proses verifikasi serta konfirmasi, tentu itu menjadi bagian penting bagi pemerintah untuk berbenah,” tegasnya.

Ariastuty berharap komunikasi yang semakin terbuka antara BP Batam dan media dapat menciptakan ekosistem informasi publik yang sehat, sehingga kritik dapat disampaikan secara profesional, pemerintah terbuka memberikan penjelasan, dan masyarakat menjadi pihak yang memperoleh manfaat. (***)

Penulis

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *