Example 728x250
Berita KepriTanjungpinang

Lelang Dimulai Juli, Pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Penyengat Segera Dimulai

1
×

Lelang Dimulai Juli, Pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Penyengat Segera Dimulai

Sebarkan artikel ini
Pemprov Kepri terus mematangkan persiapan pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat, Tanjungpinang. Terlihat maket pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional. (F-Dok Diskominfo Kepri)

Tanjungpinang (SN) – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau terus mematangkan persiapan pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang. Proyek strategis tersebut ditargetkan memasuki tahap lelang pada Juli 2026, dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) dijadwalkan awal Agustus mendatang.

Hal itu terungkap dalam Rapat Persiapan Pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional Pulau Penyengat yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Kepri, Misni, di Gedung Daerah, Senin (29/6/2026).

Kepala Dinas PUPR dan Pertanahan Kepri, Rodi Yantari, mengatakan hampir seluruh persyaratan administrasi telah rampung. Mulai dari studi kelayakan, Detail Engineering Design (DED), hibah lahan, penyesuaian regulasi kawasan cagar budaya, dokumen kajian dampak cagar budaya, hingga hasil reviu Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dari BPKP yang menjadi syarat utama sebelum pelelangan.

Baca Juga : Pulau Penyengat Bersiap Jadi Simbol Nasional: Monumen Bahasa Indonesia Akan Dibangun

Menurut Rodi, pembangunan museum dan monumen ini membutuhkan proses yang lebih cermat karena berada di kawasan cagar budaya. Ia menyebut Gubernur Kepri Ansar Ahmad juga memberikan perhatian khusus dengan memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal.

“Jika proses lelang selesai dalam waktu sekitar satu bulan, pembangunan fisik akan dimulai pada awal Agustus 2026 bersamaan dengan groundbreaking yang direncanakan dihadiri perwakilan Kementerian Luar Negeri, Kementerian Kebudayaan, dan Kementerian Pekerjaan Umum,” ujarnya.

Dijelaskannya, proyek senilai Rp101 miliar tersebut mendapat alokasi anggaran Rp30,8 miliar pada APBD 2026 dan Rp70,2 miliar pada APBD 2027.

“Pembangunan ditargetkan berlangsung selama 17 bulan dan diresmikan pada 2028, bertepatan dengan peringatan 100 Tahun Sumpah Pemuda,” katanya.

Sementara itu, Sekdaprov Kepri Misni menegaskan pembangunan Monumen Bahasa Nasional merupakan bentuk penghormatan atas jasa Raja Ali Haji yang membakukan bahasa Melayu sebagai cikal bakal Bahasa Indonesia.

“Monumen Bahasa Nasional ini adalah mimpi masyarakat Kepulauan Riau sekaligus hadiah bagi daerah. Dari Pulau Penyengat lahir bahasa yang kini mempersatukan seluruh bangsa Indonesia dan dikenal hingga tingkat internasional,” ujar Misni. (***)

Penulis

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *