Example 728x250
Berita KepriKESEHATANTanjungpinang

Kabut Asap Memburuk, Siswa di Tanjungpinang Belajar dari Rumah hingga 18 September

3
×

Kabut Asap Memburuk, Siswa di Tanjungpinang Belajar dari Rumah hingga 18 September

Sebarkan artikel ini
Kondisi udara yang dinilai berpotensi mengganggu kesehatan aktivitas pembelajaran tatap muka di Tanjungpinang untuk sementara dihentikan. Mulai Selasa (15/9/2026), siswa PAUD, TK, SD hingga SMP sederajat mengikuti pembelajaran secara daring dari rumah. (F-Sketsanews)

Tanjungpinang (SN) – Kondisi udara yang dinilai berpotensi mengganggu kesehatan membuat aktivitas pembelajaran tatap muka di Tanjungpinang untuk sementara dihentikan. Mulai Selasa (15/9/2026), siswa PAUD, TK, SD hingga SMP sederajat mengikuti pembelajaran secara daring dari rumah.

Kebijakan tersebut berlaku hingga 18 September 2026 dan diambil sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi cuaca serta paparan asap yang menyelimuti sejumlah wilayah.

Ketentuan itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor B/041.4/13/5.3.05/2026 tentang Pembelajaran Secara Daring Selama Kondisi Cuaca Berpotensi Bahaya yang diterbitkan Dinas Pendidikan Tanjungpinang pada 14 September 2026.

Dalam surat edaran tersebut, sekolah tetap diwajibkan menjalankan proses pembelajaran selama penerapan Belajar Dari Rumah (BDR). Guru diminta tetap memberikan materi, tugas, serta pendampingan kepada siswa, sementara kepala sekolah memastikan kegiatan belajar mengajar berjalan efektif.

Baca Juga : Kabut Asap Diprediksi Bertahan di Kepri, Hujan Belum Mampu Redakan Polusi

Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengatakan, kebijakan belajar dari rumah diberlakukan sebagai bentuk perlindungan terhadap peserta didik maupun tenaga pendidik dari dampak buruk kondisi udara.

Perubahan pola pembelajaran ini turut berimbas terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa. Menurut Lis, teknis pelaksanaan program tersebut dapat menyesuaikan dengan kondisi yang terjadi di lapangan.

“MBG sudah menyesuaikan saja karena ini kondisinya sudah di atas 100,” ujar Lis, Senin (14/9/2026).

Selain sektor pendidikan, pemerintah juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi udara. Warga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan yang tidak diperlukan.

Bagi masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar rumah, penggunaan masker dianjurkan untuk mengurangi risiko gangguan pada saluran pernapasan.

“Kita meminta agar menghindari aktivitas di luar ruangan apabila tidak diperlukan dan juga sudah kita galakkan untuk menggunakan masker,” kata Lis.

Pemkot Tanjungpinang akan terus mengevaluasi penerapan pembelajaran daring dengan melihat perkembangan cuaca dan kualitas udara dalam beberapa hari ke depan.

Jika kondisi udara kembali membaik dan dinilai aman bagi aktivitas masyarakat, kegiatan pembelajaran tatap muka dapat kembali dilaksanakan.

Namun, apabila kabut asap justru semakin pekat, pemerintah membuka kemungkinan adanya penyesuaian terhadap sistem pelayanan pendidikan, termasuk penerapan pola kerja secara bergantian untuk kegiatan yang tidak berkaitan langsung dengan pelayanan publik.

“Kita evaluasi bagaimana dengan sistem pelayanan daripada pendidikan ini,” tuturnya. (***)

Penulis

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *