Example 728x250
Berita KepriKESEHATANTanjungpinang

Kabut Asap Diprediksi Bertahan di Kepri, Hujan Belum Mampu Redakan Polusi

6
×

Kabut Asap Diprediksi Bertahan di Kepri, Hujan Belum Mampu Redakan Polusi

Sebarkan artikel ini
Kabut asap yang mulai menutupi seluruh Kota Tanjungpinang mulai terasa dalam beberapa hari terakhir juga berdampak langsung terhadap aktivitas dan kesehatan masyarakat. Terlihat kabut asap disalah satu sudut kota di Tanjungpinang, Selasa (15/9/2026). (F-Sketsanews)

Tanjungpinang (SN) – Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kepulauan Riau (Kepri) diperkirakan belum akan segera berakhir. Kondisi cuaca yang didominasi cerah berawan serta minimnya potensi hujan membuat kabut asap berpeluang bertahan dalam beberapa hari ke depan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan peluang hujan di sebagian besar wilayah Kepri masih rendah. Kalaupun hujan turun, sifatnya cenderung lokal dengan intensitas ringan sehingga belum cukup efektif untuk membantu membersihkan udara dari kabut asap.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Raja Haji Fisabilillah BMKG Tanjungpinang, Ahmad Kosasih, mengatakan potensi hujan memang masih ada dalam waktu dekat. Namun, kondisi tersebut belum merata di seluruh wilayah Kepri.

“Kalau posisi prediksi kita memang ada potensi hujan, tapi itu sangat lokal dan kondisinya ringan, itu pun baru kita memperkirakan,” ujar Ahmad, Senin (14/9/2026).

Selain faktor cuaca, kabut asap yang menyelimuti Kepri juga berpotensi diperparah oleh kiriman asap dari Kalimantan. Kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut masih berlangsung, sementara pola angin dari arah tenggara hingga selatan memungkinkan asap terbawa menuju wilayah Kepri.

“Selama di Kalimantan kondisinya masih terbakar cukup masif, itu akan tetap berdampak,” ucapnya.

Anambas Berpeluang Hujan, Tanjungpinang dan Bintan Minim

Dalam prakiraan cuaca hingga 15 September 2026, peluang hujan lebih banyak terdapat di wilayah Kepri bagian utara, khususnya Kabupaten Kepulauan Anambas.

Sementara itu, Tanjungpinang dan Bintan masih berada dalam wilayah dengan peluang hujan yang relatif rendah. Kondisi tersebut membuat kabut asap berpotensi bertahan lebih lama di kawasan tersebut.

“Kalau saya lihat di wilayah Kepri bagian utara, yang masuk wilayah Anambas ada hujan, kalau di kita kebetulan tidak ada,” kata Ahmad.

Kondisi kualitas udara yang mulai memburuk turut menjadi perhatian Pemerintah Kota Tanjungpinang. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama kelompok yang rentan terhadap dampak buruk polusi udara.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Tanjungpinang, Teguh Susanto, mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker saat harus bepergian.

“Indeks kualitas udara pagi ini tidak sehat bagi kelompok sensitif, seperti bayi, balita, ibu hamil, lansia, dan penderita penyakit kronis. Kurangi aktivitas di luar ruangan dan gunakan masker,” ujar Teguh.

Warga Keluhkan Jarak Pandang dan Gangguan Pernapasan

Kabut asap yang mulai terasa dalam beberapa hari terakhir juga berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat. Salah seorang warga Perumahan Kijang Kencana 3, Agung, mengaku jarak pandangnya terganggu ketika berkendara menggunakan sepeda motor.

Tak hanya mengganggu pandangan, asap juga membuatnya harus menggunakan masker untuk mengurangi paparan langsung ke saluran pernapasan.

“Saya pakai motor, jadi harus pakai masker karena selain mengganggu jarak pandang juga mengganggu pernapasan,” tutur Agung.

Ia berharap pemerintah tidak hanya mengeluarkan imbauan, tetapi juga memberikan dukungan kepada masyarakat yang terdampak kabut asap, salah satunya dengan menyediakan masker.

“Harapan kami pemerintah dapat membantu masyarakat, misalnya pemberian masker,” pungkasnya. (***)

Penulis

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *