Tanjungpinang (SN) – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Tanjungpinang terus memperketat pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar tradisional.
Langkah ini dilakukan guna menjaga stabilitas pasokan sekaligus melindungi daya beli masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan menjelang hari besar keagamaan.
Berdasarkan hasil pemantauan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) di Pasar Bintan Center pada 19 Mei 2026, mayoritas harga kebutuhan pokok masih terpantau stabil, meski beberapa komoditas mengalami perubahan harga.
Kepala Disdagin Kota Tanjungpinang, Riany, mengatakan kondisi harga bahan pokok hingga saat ini masih terkendali dan stok kebutuhan masyarakat dipastikan aman.
“Secara umum harga kebutuhan pokok di pasar tradisional Kota Tanjungpinang masih stabil dan pasokan tersedia. Ada beberapa komoditas yang mengalami perubahan harga, namun masih dalam batas wajar dan terus kami pantau,” ujarnya, Selasa (19/5/2026).
Ia menjelaskan, harga cabai rawit merah mengalami penurunan dari Rp82 ribu menjadi Rp79 ribu per kilogram. Penurunan harga juga terjadi pada ikan tongkol yang kini turun dari Rp40 ribu menjadi Rp36 ribu per kilogram.
Di sisi lain, harga tomat mengalami kenaikan dari Rp22 ribu menjadi Rp25 ribu per kilogram. Sementara itu, sejumlah komoditas lainnya seperti beras, gula pasir, minyak goreng, bawang merah, telur ayam ras, hingga daging sapi masih relatif stabil.
Menurut Riany, pemantauan rutin dilakukan untuk memastikan perkembangan harga di lapangan sekaligus mengantisipasi potensi lonjakan harga menjelang Iduladha.
“Kami terus berkoordinasi dengan distributor, pedagang, dan instansi terkait agar pasokan tetap lancar serta harga tetap terkendali,” katanya.
Selain memantau harga, Disdagin juga memastikan ketersediaan stok bahan pokok di pasar tradisional tetap aman, terutama untuk komoditas yang permintaannya meningkat saat momen hari besar keagamaan.
Ia pun mengimbau masyarakat agar tetap berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan.
“Stok bahan pokok di Kota Tanjungpinang hingga saat ini masih mencukupi,” tutupnya. (***)













