Example 728x250
Berita KepriEKONOMITanjungpinang

Festival Kopi Merdeka, Ketika Budaya Ngopi Menjadi Magnet Wisata Tanjungpinang

1
×

Festival Kopi Merdeka, Ketika Budaya Ngopi Menjadi Magnet Wisata Tanjungpinang

Sebarkan artikel ini
Malam puncak Festival Kopi Merdeka (FKM) 2026, semakin semarak dengan penampilan sanggar tari, pemenang Fashion Kopi Merdeka, serta artis Fauzana dan Aprilian. Riuh masyarakat memenuhi Jalan Merdeka, kawasan Kota Lama Tanjungpinang, Minggu (23/8/2026) malam. (F-Dispar Kepri)

Tanjungpinang (SN) – Riuh masyarakat memenuhi Jalan Merdeka, kawasan Kota Lama Tanjungpinang, Minggu (23/8/2026) malam. Puluhan ribu warga dari berbagai daerah di Kepulauan Riau larut dalam kemeriahan puncak Festival Kopi Merdeka (FKM) 2026.

Di tengah keramaian itu, kopi tidak hanya hadir sebagai minuman. Festival tersebut menjadi ruang pertemuan antara budaya, pariwisata, UMKM, ekonomi kreatif dan masyarakat.

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menilai Festival Kopi Merdeka memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan sebagai salah satu kekuatan pariwisata daerah.

“Festival Kopi Merdeka ini bukan hanya tentang kopi. Ini adalah bagaimana kita mengangkat budaya masyarakat, menggerakkan UMKM dan ekonomi kreatif, sekaligus mendatangkan masyarakat untuk menikmati berbagai kegiatan di Tanjungpinang,” kata Ansar.

Menurut Ansar, Festival Kopi Merdeka telah melalui perjalanan sejak 2022. Awalnya, kegiatan tersebut lahir dari gagasan untuk menggairahkan perekonomian masyarakat melalui budaya ngopi yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kota Gurindam.

Festival ini kemudian berkembang berkat kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, seniman, pengusaha hingga pelaku ekonomi kreatif. Sejumlah tokoh turut menggagas kegiatan tersebut, di antaranya mantan Kejari Tanjungpinang Joko Yuhono dan Husnizar Hood.

“Yang kita lihat hari ini adalah bagaimana sebuah gagasan yang sederhana bisa berkembang menjadi sebuah event yang memiliki nilai ekonomi, budaya dan pariwisata,” ujar Ansar.

Perjalanan Festival Kopi Merdeka juga menunjukkan peningkatan posisi dalam agenda pariwisata. Pada 2023 dan 2024, festival tersebut menjadi bagian dari Tanjungpinang Fest yang masuk dalam rangkaian Karisma Event Nusantara.

Kemudian, Festival Kopi Merdeka masuk dalam rangkaian event pariwisata Provinsi Kepri dan menjadi bagian dari persiapan Calendar of Events Pariwisata Kepri 2026.

Bagi Pemprov Kepri, perkembangan tersebut menjadi bukti bahwa event lokal dapat memberikan dampak lebih besar jika dikemas dan dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Event seperti ini harus kita jaga keberlangsungannya. Karena event bukan hanya menghadirkan keramaian, tetapi juga menjadi sarana mempromosikan daerah, produk UMKM, seni budaya dan ekonomi kreatif kita,” kata Ansar.

Pendekatan tersebut sejalan dengan konsep event based tourism. Wisatawan tidak hanya diajak datang karena destinasi alam atau sejarah, tetapi juga karena adanya kegiatan yang memiliki karakter khas daerah.

Kepri sendiri memiliki modal yang cukup kuat untuk mengembangkan strategi tersebut. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, kunjungan wisatawan mancanegara ke Kepri mencapai 837.015 orang. Khusus Mei 2026, tercatat 210.737 kunjungan.

Dari sisi ekonomi, pertumbuhan ekonomi Kepri pada Triwulan II 2026 mencapai 6,99 persen secara year-on-year. Capaian tersebut menempatkan Kepri di posisi pertama di Sumatera dan peringkat ketiga secara nasional.

Sementara itu, Indeks Pembangunan Kebudayaan Kepri pada 2024 mencapai 60,34 poin, meningkat dari 59,80 poin pada 2023.

“Pariwisata, ekonomi dan kebudayaan harus kita bangun bersama. Ketiganya tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Event seperti Festival Kopi Merdeka menjadi salah satu wadah untuk mempertemukan semuanya,” ujar Ansar.

Ia pun mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan terhadap berbagai event yang digelar di Kepri, baik berskala nasional maupun internasional.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Kepri, khususnya masyarakat Tanjungpinang, mari kita dukung berbagai event yang dilaksanakan di daerah kita. Karena keberhasilan sebuah event juga sangat bergantung pada partisipasi masyarakat,” katanya.

Antusiasme masyarakat terlihat jelas pada malam puncak Festival Kopi Merdeka. Kawasan Jalan Merdeka dipenuhi warga yang datang menikmati berbagai pertunjukan seni dan hiburan.

Malam puncak semakin semarak dengan penampilan sanggar tari, pemenang Fashion Kopi Merdeka, serta artis Fauzana dan Aprilian.

Selain menyaksikan pertunjukan, masyarakat juga menjadi saksi penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba serta bantuan bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif. Gubernur Ansar bersama Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura turut menyerahkan penghargaan kepada para penerima. (***)

Penulis

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *