Example 728x250
Berita KepriHUKRIMNatuna

Pemkab Natuna Perkuat Antisipasi Kebakaran di Tengah Ancaman Musim Kemarau

1
×

Pemkab Natuna Perkuat Antisipasi Kebakaran di Tengah Ancaman Musim Kemarau

Sebarkan artikel ini
Pemkab Natuna memperkuat langkah antisipasi karhutla menyusul ancaman musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga awal 2027. Upaya tersebut dibahas dalam rakor Kesiapsiagaan Menghadapi Potensi Kekeringan dan Karhutla yang digelar di Kantor Bupati Natuna, Bukit Arai, Senin (24/8/2026). (F-Pemkab Natuna)

Natuna (SN) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna memperkuat langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul ancaman musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga awal 2027.

Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Menghadapi Potensi Kekeringan dan Karhutla yang digelar di Kantor Bupati Natuna, Bukit Arai, Senin (24/8/2026). Rapat dipimpin langsung Bupati Natuna Cen Sui Lan dan diikuti sejumlah dinas terkait serta instansi vertikal.

Cen Sui Lan menekankan pentingnya kesiapsiagaan bersama untuk mencegah kebakaran meluas selama musim kemarau. Menurutnya, koordinasi lintas instansi diperlukan agar setiap potensi kebakaran dapat ditangani sedini mungkin.

“Melalui rapat ini, saya mengharapkan masukan-masukan dari bapak dan ibu semua dalam menghadapi musim kemarau ini dan mencari solusinya,” ujar Cen Sui Lan saat membuka rapat.

Kepala BMKG Natuna Rafael Alesandro Marbun mengatakan kondisi kemarau perlu mendapat perhatian serius. Berdasarkan prakiraan BMKG, musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga awal 2027.

Kondisi tersebut turut dipengaruhi fenomena El Nino yang menyebabkan berkurangnya intensitas curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Natuna.

“Curah hujan yang harusnya terjadi di bulan Agustus 2026 sangat mengalami pengurangan. Kondisi ini perlu kita waspadai bersama,” jelas Rafael.

Ancaman karhutla bahkan mulai terlihat di lapangan. Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Efendie mengungkapkan, sepanjang Agustus 2026 telah terjadi lima peristiwa karhutla di wilayah Natuna.

Untuk mempercepat penanganan sekaligus mencegah kebakaran meluas, Kapolres mengusulkan penunjukan satu koordinator lapangan serta pembagian wilayah Bunguran Besar menjadi tiga zonasi pengawasan kawasan rawan kebakaran.

Usulan pembentukan satuan tugas (satgas) khusus tersebut mendapat dukungan Komandan Lanud Raden Sadjad Natuna, Marsekal TNI Onesmus Gede Rai Aryadi. Satgas dinilai penting untuk memperkuat mitigasi dan mempercepat respons apabila ditemukan potensi kebakaran.

Langkah pemetaan kawasan rawan karhutla juga mendapat dukungan dari Balai Wilayah Sungai (BWS) yang menyatakan kesiapan berkolaborasi dalam penanganan di lapangan.

Selain ancaman kebakaran, musim kemarau juga mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih. Direktur Perusahaan Daerah (Perusda) Tirta Nusa Kabupaten Natuna, Zaharuddin, menyampaikan debit air baku mengalami penurunan cukup signifikan.

Saat ini, ketersediaan air baku di Gunung Ranai hanya tersisa sekitar 30 persen, sedangkan di Bukit Berangin berada di kisaran 60 persen.

“Saat ini kami memberlakukan sistem pengaliran air secara bergilir untuk wilayah Kota Ranai dan sekitarnya. Namun, untuk wilayah Bandarsyah, Sungai Ulu, dan Penagi kondisinya sejauh ini masih terbilang aman,” jelas Zaharuddin. (***)

Penulis

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *