Example 728x250
Berita KepriKESEHATANTanjungpinang

Kemarau Melanda Tanjungpinang, BPBD Salurkan 40 Ton Air Bersih ke Warga

24
×

Kemarau Melanda Tanjungpinang, BPBD Salurkan 40 Ton Air Bersih ke Warga

Sebarkan artikel ini
BPBD Kota Tanjungpinang mencatat sekitar 40 ton air bersih telah disalurkan kepada masyarakat hingga awal Agustus 2026 dalam mengatasi kekeringan dampak kemarau panjang. Air tersebut didistribusikan menggunakan mobil tangki berkapasitas lima ton. (F-Dok BPBD Tpi)

Tanjungpinang (SN) – Sejumlah sumur warga di Kota Tanjungpinang mulai mengering akibat rendahnya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi ini membuat kebutuhan air bersih warga meningkat, terutama di sejumlah wilayah yang mulai mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tanjungpinang mencatat sekitar 40 ton air bersih telah disalurkan kepada masyarakat hingga awal Agustus 2026. Air tersebut didistribusikan menggunakan mobil tangki berkapasitas lima ton.

Dalam beberapa waktu terakhir, BPBD telah sekitar delapan kali melakukan suplai air ke sejumlah lokasi, di antaranya kawasan Kilometer 5, Kilometer 10 dan beberapa wilayah lainnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tanjungpinang, Muhammad Yamin, mengatakan warga yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih dapat menyampaikan laporan melalui ketua RT/RW maupun kelurahan. Data tersebut kemudian dihimpun untuk menentukan jumlah rumah yang membutuhkan bantuan.

“Kalau hanya satu atau dua rumah, lebih baik dikumpulkan datanya melalui RW dan kelurahan, berapa rumah yang membutuhkan, sehingga bisa sekaligus menyuplai air,” kata Yamin.

Menurutnya, data dari RT/RW dan kelurahan menjadi dasar BPBD dalam menentukan volume air yang dikirim. Penyaluran disesuaikan dengan jumlah warga yang membutuhkan di masing-masing wilayah.

“Misalnya ada 50 rumah yang membutuhkan, datanya kami siapkan dan warga yang menerima air juga sudah diketahui,” ujarnya.

Di tengah kondisi kemarau, kebutuhan air juga meningkat untuk penanganan kebakaran lahan. Armada BPBD bersama pemadam kebakaran harus tetap disiagakan untuk menangani titik api yang muncul akibat kondisi lahan yang kering.

Karena itu, Yamin mengingatkan masyarakat agar menggunakan air secara bijak sekaligus menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

“Kita mengimbau agar berhemat air dan tidak membakar sampah yang kering, apalagi membuka lahan,” katanya.

Warga yang menemukan kebocoran jaringan air juga diminta segera melaporkannya kepada Perumda Tirta Kepri atau pengelola layanan air setempat. Selain itu, air hujan yang turun diharapkan dapat ditampung untuk kebutuhan sehari-hari sebagai cadangan.

Jika kondisi minim hujan terus berlanjut, ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah dikhawatirkan semakin terbatas. Di sisi lain, kebutuhan air untuk pemadaman kebakaran lahan juga harus tetap dipenuhi.

“Menghemat air dan mencegah terjadinya kebakaran adalah tanggung jawab kita bersama pada kemarau ini,” tutup Yamin. (***)

Penulis

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *