Example 728x250
KESEHATANTanjungpinang

Kabut Asap Kembali Selimuti Tanjungpinang, Pemko Alihkan Pembelajaran ke Rumah

5
×

Kabut Asap Kembali Selimuti Tanjungpinang, Pemko Alihkan Pembelajaran ke Rumah

Sebarkan artikel ini
Pemko Tanjungpinang kembali mengambil langkah antisipatif menyikapi memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kiriman yang kembali menyelimuti Kota Tanjungpinang. Terlihat kabut asap menyelimuti hampir seluruh Tanjungpinang. (F-Sketsanews)

Tanjungpinang (SN) – Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang kembali mengambil langkah antisipatif menyikapi memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kiriman. Melalui Dinas Pendidikan, kegiatan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) untuk satuan pendidikan PAUD dan PNF, SD, hingga SMP, baik negeri maupun swasta, kembali dialihkan menjadi Belajar dari Rumah (BDR).

Kebijakan tersebut mulai diberlakukan pada 29 September 2026 dan akan berlangsung hingga kondisi kualitas udara membaik serta dinyatakan aman untuk kegiatan belajar tatap muka.

Keputusan ini diambil setelah kualitas udara di wilayah Tanjungpinang kembali berada pada kategori tidak sehat. Sebaran kabut asap yang masuk ke wilayah tersebut menjadi perhatian pemerintah karena berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak dan warga sekolah.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tanjungpinang, Teguh Susanto, mengatakan penerapan BDR merupakan langkah pencegahan untuk memastikan proses pendidikan tetap berjalan tanpa mengorbankan kesehatan peserta didik.

“Keselamatan dan kesehatan anak-anak menjadi perhatian utama. Selama kondisi udara belum dinyatakan aman, kegiatan belajar tetap dilaksanakan dari rumah agar proses pendidikan berjalan tanpa mengabaikan perlindungan kesehatan,” ujar Teguh, Selasa (29/9/2026).

Menurutnya, kebijakan tersebut bukan berarti aktivitas pembelajaran dihentikan. Peserta didik tetap mengikuti proses belajar dari rumah dengan pemantauan yang dilakukan oleh pihak sekolah dan guru.

Teguh juga mengimbau para orang tua dan wali murid agar turut mendampingi anak selama pelaksanaan BDR. Selain itu, aktivitas di luar rumah, terutama di ruang terbuka, diminta untuk dibatasi guna mengurangi paparan kabut asap.

“Mari bersama-sama menjaga kesehatan anak dengan membatasi aktivitas di luar rumah, memastikan kebutuhan air putih tercukupi, menjaga pola hidup bersih dan sehat, serta menggunakan masker apabila harus keluar rumah,” katanya.

Selama BDR berlangsung tambahnya, kepala sekolah dan guru tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan pembelajaran sekaligus kondisi kesehatan peserta didik. Evaluasi kebijakan akan dilakukan secara berkala dengan melihat perkembangan kualitas udara di wilayah yang terdampak.

Pemko Tanjungpinang pun mengajak seluruh orang tua, sekolah, guru, dan peserta didik untuk bersama-sama mematuhi kebijakan tersebut hingga kondisi udara kembali membaik dan dinyatakan aman.

“Langkah ini diharapkan dapat menjaga kegiatan pendidikan tetap berlangsung sekaligus meminimalkan risiko paparan kabut asap terhadap kesehatan anak-anak di Kota Tanjungpinang,” harapnya. (***)

Penulis

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *