Tanjungpinang (SN) – Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menunjukkan pertumbuhan positif sepanjang Agustus 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau, jumlah kunjungan wisman selama Agustus 2026 mencapai 226.035 kunjungan.
Angka tersebut mengalami peningkatan cukup signifikan dibandingkan bulan sebelumnya. Pada Juli 2026, jumlah kunjungan wisman ke Kepri tercatat sebanyak 180.623 kunjungan. Dengan demikian, terjadi kenaikan sebesar 25,14 persen secara bulanan.
Tidak hanya dibandingkan Juli 2026, pertumbuhan kunjungan wisatawan asing ke Kepri juga terlihat jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
BPS mencatat, jumlah kunjungan wisman pada Agustus 2026 meningkat 22,14 persen dibandingkan Agustus 2025. Kondisi ini menunjukkan adanya peningkatan arus wisatawan mancanegara yang datang ke Kepulauan Riau.
Plt. Kepala BPS Provinsi Kepulauan Riau, Margaretha Ari Anggorowati, S.Kom., M.T., mengatakan peningkatan kunjungan wisman pada Agustus 2026 dibandingkan Juli 2026 dipengaruhi oleh kenaikan kunjungan di sejumlah daerah di Kepri.
Menurutnya, salah satu peningkatan paling besar terjadi di Kota Tanjungpinang yang mencatat kenaikan kunjungan wisman sebesar 49,01 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
“Kenaikan jumlah kunjungan wisman selama bulan Agustus 2026 dibandingkan Juli 2026 sebagai akibat kenaikan jumlah kunjungan wisman ke Kota Tanjungpinang sebesar 49,01 persen,” kata Margaretha dalam rilis resmi BPS, Kamis (1/10/2026).
Selain Tanjungpinang, peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara juga terjadi di sejumlah daerah lainnya. Kota Batam yang selama ini menjadi salah satu pintu masuk utama wisatawan mancanegara ke Kepri mencatat kenaikan kunjungan sebesar 27,70 persen.
Sementara itu, Kabupaten Bintan mengalami peningkatan sebesar 13,00 persen, sedangkan Kabupaten Karimun naik sebesar 6,94 persen. Pertumbuhan di sejumlah wilayah tersebut turut mendorong peningkatan total kunjungan wisman ke Provinsi Kepulauan Riau sepanjang Agustus 2026.
Dari seluruh pintu masuk wisatawan mancanegara di Kepri, Kota Batam masih menjadi daerah dengan jumlah kunjungan wisman terbanyak selama Agustus 2026.
BPS mencatat, Batam menerima sebanyak 183.281 kunjungan wisman, atau sekitar 81,09 persen dari total kunjungan wisman ke Provinsi Kepulauan Riau.
Besarnya kontribusi Batam tersebut menunjukkan posisi strategis kota industri dan perdagangan tersebut sebagai salah satu gerbang utama masuknya wisatawan mancanegara ke wilayah Kepri.
Setelah Batam, Kabupaten Bintan berada di posisi berikutnya dengan jumlah 29.492 kunjungan, atau sekitar 13,05 persen dari total kunjungan wisman.
Kemudian Kabupaten Karimun mencatat 7.892 kunjungan atau sebesar 3,49 persen. Sementara Kota Tanjungpinang mencatat 5.351 kunjungan, dengan kontribusi sekitar 3,37 persen.
Adapun pintu masuk lainnya menyumbang sebanyak 19 kunjungan atau sekitar 0,008 persen.
“Jumlah kunjungan wisman terbanyak pada bulan Agustus 2026 menurut pintu masuk yaitu di Kota Batam sebanyak 183.281 kunjungan (81,09 persen), Kabupaten Bintan sebanyak 29.492 kunjungan (13,05 persen), Kabupaten Karimun sebanyak 7.892 kunjungan (3,49 persen), Kota Tanjungpinang sebanyak 5.351 kunjungan (3,37 persen), dan lainnya sebanyak 19 kunjungan (0,008 persen),” tutur Margaretha.
Kenaikan kunjungan wisman pada Agustus 2026 menjadi salah satu indikator positif bagi sektor pariwisata di Kepulauan Riau. Dengan posisi geografis yang berdekatan dengan sejumlah negara tetangga, Kepri memiliki sejumlah pintu masuk internasional yang menjadi jalur penting bagi wisatawan mancanegara.
Pertumbuhan kunjungan tersebut juga tersebar di beberapa daerah, tidak hanya terkonsentrasi di Batam. Kenaikan yang terjadi di Tanjungpinang, Bintan dan Karimun turut memberikan gambaran adanya pergerakan wisatawan ke berbagai destinasi di wilayah Kepulauan Riau.
Secara keseluruhan, dengan jumlah 226.035 kunjungan pada Agustus 2026, Kepri mencatat pertumbuhan 25,14 persen dibandingkan Juli 2026. Jika dibandingkan dengan Agustus 2025, pertumbuhannya bahkan mencapai 22,14 persen.
Data tersebut menjadi bagian dari gambaran perkembangan sektor pariwisata Kepri yang terus bergerak seiring meningkatnya mobilitas wisatawan mancanegara melalui berbagai pintu masuk yang tersedia di provinsi kepulauan tersebut. (***)












