Tanjungpinang (SN) – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau terus mematangkan persiapan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XII Tingkat Provinsi Kepri Tahun 2026 yang akan berlangsung di Kota Tanjungpinang pada 4–9 Juli 2026. Seluruh panitia diminta memastikan setiap aspek penyelenggaraan telah siap sebelum kedatangan kafilah dari tujuh kabupaten dan kota se-Kepri.
Penegasan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, selaku Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kepri saat memimpin Rapat Finalisasi MTQ XII Tingkat Provinsi Kepri di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Jumat (19/6/2026).
“Pastikan seluruh persiapan benar-benar dimatangkan dan dituntaskan sebelum kafilah tiba di Tanjungpinang. Kepercayaan sebagai tuan rumah harus dijawab dengan pelayanan terbaik,” tegas Nyanyang.
Menurutnya, MTQ tidak hanya menjadi agenda tahunan atau ajang perlombaan membaca Al-Quran. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menjaga identitas Kepulauan Riau sebagai daerah yang tumbuh dari peradaban Melayu yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
“Kepri adalah tanah yang lahir dari rahim peradaban Melayu, sebuah peradaban yang menjadikan Islam sebagai ruh dan Al-Quran sebagai kompas kehidupan. Gurindam Dua Belas yang kita banggakan juga lahir dari penghayatan terhadap nilai-nilai Al-Quran,” ujarnya.
Nyanyang menilai, penyelenggaraan MTQ menjadi sarana penting untuk menanamkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Quran sebagai pedoman hidup.
“Melalui MTQ, kita sesungguhnya sedang merawat akar peradaban. Harapannya generasi Kepri tidak kehilangan jejak, dan kecintaan kepada Al-Quran terus menjadi nilai yang hidup dan diwariskan,” katanya.
Mengusung tema “Dengan Al-Quran Membangun Kepri”, MTQ XII diperkirakan diikuti sekitar 370 peserta dari tujuh kabupaten/kota. Mereka akan berkompetisi dalam delapan cabang dan 56 golongan musabaqah.
Nyanyang juga mengingatkan pentingnya memberikan pengalaman terbaik bagi para peserta sejak awal kedatangan. Mulai dari proses penyambutan, registrasi ulang, hingga penempatan akomodasi harus berjalan lancar dan profesional.
“Kesan pertama akan dibawa peserta kembali ke daerah masing-masing. Jadikan setiap titik pelayanan sebagai cerminan keramahan dan profesionalisme kita sebagai tuan rumah,” katanya.
Selain pelayanan, kesiapan seluruh venue pertandingan juga menjadi perhatian utama. Sejumlah lokasi yang akan digunakan antara lain Astaka Utama Gedung LAM Kepri, Gedung Veteran, Masjid Raya Nur Ilahi Dompak, Masjid Agung Al Hikmah, Hotel Bintan Plaza, dan Hotel Aston.
Ia menekankan bahwa keberhasilan MTQ membutuhkan koordinasi lintas sektor karena seluruh perangkat daerah memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran kegiatan.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tanjungpinang sekaligus Ketua LPTQ Tanjungpinang, Raja Ariza, menjelaskan rangkaian kegiatan MTQ XII akan dimulai pada 3 Juli 2026 dengan agenda penyambutan dan registrasi kafilah.
Pada 4 Juli, kegiatan akan diawali dengan pawai taaruf, pelantikan dewan hakim, pembukaan MTQ XII, pembukaan bazar, serta dimulainya berbagai cabang perlombaan yang akan berlangsung hingga penutupan pada 9 Juli 2026.
Pawai taaruf dijadwalkan mengambil rute dari Jalan Merdeka menuju Jalan Hang Tuah, melintasi depan Pangkalan Marinir, menuju Tugu Sirih, dan berakhir di panggung utama Gedung LAM Kepri.
Raja Ariza mengajak masyarakat untuk ikut menyemarakkan perhelatan akbar tersebut dengan hadir menyaksikan perlombaan maupun mengunjungi MTQ Expo dan bazar yang akan digelar selama kegiatan berlangsung.
“Ini momentum bersama bagi masyarakat Kepri, khususnya Tanjungpinang, untuk menyemarakkan MTQ XII, baik dengan menyaksikan perlombaan maupun menikmati kegiatan bazar yang ada,” ujarnya.
Adapun cabang yang diperlombakan meliputi tilawah Al-Quran, qiraat murattal dewasa, hifzh Al-Quran 1 hingga 30 juz, tafsir, tartil, tilawah disabilitas netra, syarhil Qur’an, fahmil Qur’an, karya tulis ilmiah Al-Quran (KTIQ), serta khat Al-Quran.
Tak hanya menjadi ajang syiar Islam, MTQ XII juga akan menghadirkan MTQ Expo dan bazar di kawasan Gurindam 12 sebagai wadah promosi produk unggulan dari seluruh kabupaten dan kota di Kepulauan Riau, sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat selama pelaksanaan kegiatan. (***)












