Example 728x250
BatamBerita KepriEKONOMIPOLITIK

Target Ekonomi Batam Tembus 7,4 Persen, Pemko Siapkan Perubahan APBD 2026 untuk Percepat Investasi dan Infrastruktur

5
×

Target Ekonomi Batam Tembus 7,4 Persen, Pemko Siapkan Perubahan APBD 2026 untuk Percepat Investasi dan Infrastruktur

Sebarkan artikel ini
Pemko Batam optimistis mampu mempertahankan laju pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional pada 2026. Pemko menargetkan pertumbuhan ekonomi Batam berada di kisaran 6,4 hingga 7,4 persen. Terlihat perkembangan pembangunan Kota Btam dilihat dari. (F - SC Vlog Ujang Cell)

Batam (SN) – Pemerintah Kota (Pemko) Batam optimistis mampu mempertahankan laju pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional pada 2026. Melalui Rancangan Perubahan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Perubahan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2026, Pemko menargetkan pertumbuhan ekonomi Batam berada di kisaran 6,4 hingga 7,4 persen.

Target tersebut jauh melampaui proyeksi pertumbuhan ekonomi nasional yang diperkirakan berada di angka 5,4 persen. Optimisme itu disampaikan Walikota Batam, Amsakar Achmad, saat memaparkan Rancangan Perubahan KUA dan PPAS APBD Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Batam, Senin (3/8/2026).

Menurut Amsakar, perubahan dokumen anggaran dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap dinamika ekonomi yang berkembang, sekaligus memastikan program pembangunan tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Perubahan APBD ini merupakan bentuk adaptasi pemerintah terhadap dinamika ekonomi yang terus berkembang. Tujuannya agar setiap kebijakan dan program pembangunan tetap relevan, tepat sasaran, dan mampu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujarnya.

BACA JUGA : Ansar Perkuat Sinergi TPID, Fokus Kendalikan Inflasi di Kepulauan Riau

Ia menjelaskan, optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Batam didukung oleh terus meningkatnya investasi, percepatan pembangunan infrastruktur, serta ekspansi sejumlah sektor unggulan seperti industri pengolahan, konstruksi, dan perdagangan.

Walikota Batam, Amsakar Achmad. (F-Diskominfo Batam)

Selain itu, sektor pariwisata juga diproyeksikan terus memberikan kontribusi positif melalui meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan yang berdampak pada industri perhotelan, restoran, hingga transportasi.

Amsakar menilai pengembangan kawasan strategis seperti Free Trade Zone (FTZ), Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa Digital Park, serta Batam Aero Technic akan semakin memperkuat posisi Batam sebagai salah satu pusat investasi nasional.

“Dengan berbagai potensi yang kita miliki, mulai dari investasi, kawasan ekonomi, hingga sektor pariwisata, kami optimistis pertumbuhan ekonomi Batam mampu mencapai kisaran 6,4 sampai 7,4 persen,” katanya.

BACA JUGA : Nelayan Bintan Terima Bantuan Armada Tangkap, Produktivitas dan Pendapatan Ditargetkan Naik

Sejalan dengan target tersebut, Pemko Batam memproyeksikan inflasi tetap terjaga pada kisaran 1,5 hingga 3,5 persen. Kondisi ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat. Pemerintah juga memperkirakan konsumsi riil per kapita akan meningkat sebagai indikator membaiknya aktivitas ekonomi.

Untuk menopang target pertumbuhan, Pemko Batam menyiapkan sejumlah strategi peningkatan pendapatan daerah, mulai dari optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), digitalisasi pembayaran pajak dan retribusi, peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan sinergi dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, hingga berbagai inovasi dalam pengelolaan perpajakan daerah.

Dalam rancangan perubahan APBD 2026, pendapatan daerah diusulkan naik dari Rp4,18 triliun menjadi Rp4,25 triliun atau meningkat sekitar 1,7 persen. Kontribusi terbesar berasal dari PAD yang diproyeksikan mencapai Rp2,706 triliun atau naik sekitar 4,82 persen.

BACA JUGA : TNI AL Sita 1,6 Ton Pasir Timah Ilegal Senilai Rp1,3 Miliar di Perairan Lingga

Kenaikan PAD didorong oleh bertambahnya objek pajak, optimalisasi penerimaan pajak reklame melalui penambahan titik videotron, potensi penerimaan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), serta penyesuaian target opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

Sementara itu, belanja daerah diusulkan meningkat dari Rp4,29 triliun menjadi Rp4,51 triliun atau naik sekitar 4,84 persen. Tambahan anggaran tersebut akan difokuskan untuk memperkuat pelayanan dasar sekaligus mempercepat pembangunan daerah.

Sejumlah program prioritas yang akan didukung melalui perubahan APBD meliputi pembangunan sarana pendidikan, pengadaan bus sekolah, peningkatan layanan kesehatan, penanganan banjir, pembangunan penerangan jalan umum, pengelolaan persampahan, penyediaan utilitas kawasan permukiman, hingga pembangunan marka jalan.

Amsakar menegaskan seluruh alokasi anggaran diarahkan agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat daya saing Batam sebagai kota investasi.

“Setiap rupiah yang kita anggarkan harus mampu menghasilkan manfaat nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, seluruh kebijakan tersebut selaras dengan tema pembangunan Kota Batam Tahun 2026, yakni “Transformasi Ekonomi Berbasis Inovasi dan Investasi”, yang diwujudkan melalui lima prioritas pembangunan, meliputi penguatan sektor unggulan berbasis investasi dan pariwisata, percepatan pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, reformasi birokrasi, serta penguatan ketangguhan daerah dalam menghadapi bencana.

Melalui perubahan APBD ini, Pemko Batam berharap seluruh program prioritas dapat segera direalisasikan sehingga mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan investasi, serta mendorong kesejahteraan masyarakat. (***)

Penulis

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *