Ruang Udara Kepri, Aset Strategis yang Kini Jadi Fokus Kajian TNI AU

Gubernur Kepri Ansar Ahmad menerima jajaran pimpinan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (SESKOAU) di Dompak, Tanjungpinang, Selasa (14/4/2026). Pertemuan tersebut mbahas strategis tentang masa depan pengelolaan ruang udara Indonesia khususnya di wilayah Kepulauan Riau yang berada di garis depan perbatasan internasional. (F-Diskominfo Kepri)

Tanjungpinang (SN) – Pertemuan antara Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad dan jajaran pimpinan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (SESKOAU) di Dompak, Tanjungpinang, Selasa (14/4/2026), bukan sekadar agenda silaturahmi biasa.

Di balik pertemuan itu, juga membahas strategis tentang masa depan pengelolaan ruang udara Indonesia khususnya di wilayah Kepulauan Riau yang berada di garis depan perbatasan internasional.

Komandan SESKOAU, Marsekal Muda TNI Dr. Jorry S. Koloay, menegaskan bahwa Kepulauan Riau memiliki posisi yang sangat krusial dalam peta penerbangan nasional maupun global. Letaknya yang berbatasan langsung dengan negara tetangga menjadikan ruang udara Kepri sebagai jalur lalu lintas udara yang padat sekaligus sensitif.

“Potensi ruang udara Kepri menjadi salah satu alasan utama kami melaksanakan kegiatan penelitian di wilayah ini,” ujarnya.

Melalui kegiatan Kuliah Kerja Pencarian Data Penelitian (KK-PDP) Pasis SESKOAU Angkatan ke-64, para perwira siswa mengkaji tema besar tentang model manajemen pengelolaan ruang udara pada Flight Information Region (FIR) Jakarta. Fokusnya adalah bagaimana memastikan kedaulatan negara tetap terjaga, tanpa menghambat pertumbuhan sektor penerbangan.

Ruang udara Kepri dinilai bukan hanya penting dari sisi pertahanan, tetapi juga memiliki dampak luas terhadap ekonomi. Jalur penerbangan internasional yang melintasi wilayah ini berpotensi besar mendukung sektor pariwisata, investasi, hingga konektivitas antarnegara.

“Namun di sisi lain, pengelolaannya harus dilakukan secara cermat dan terintegrasi antara kepentingan sipil dan militer,” ujarnya.

Menurut Jorry, penguatan sistem pengelolaan ruang udara menjadi kunci agar Indonesia tidak hanya menjadi “jalur lintasan”, tetapi juga memiliki kendali penuh atas wilayah udaranya sendiri. Terlebih di kawasan perbatasan seperti Kepri, di mana dinamika geopolitik dan lalu lintas udara internasional sangat tinggi.

Ia berharap, hasil penelitian para Pasis SESKOAU dapat menghasilkan rekomendasi konkret mulai dari evaluasi sistem yang ada hingga solusi inovatif untuk meningkatkan efektivitas pengawasan dan pengelolaan ruang udara.

Sementara itu, Gubernur Ansar Ahmad menyambut baik fokus kajian tersebut. Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah dan TNI Angkatan Udara menjadi langkah penting dalam menjaga kedaulatan wilayah sekaligus mendorong pembangunan.

“Kepri memiliki potensi besar, termasuk di ruang udaranya. Jika dikelola secara optimal, ini tidak hanya memperkuat pertahanan, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang signifikan,” ujar Ansar.

Ia pun berharap kajian ini mampu memberikan kontribusi nyata, terutama dalam memperkuat pengelolaan ruang udara di wilayah Kepulauan Riau yang menjadi gerbang strategis Indonesia di kawasan internasional. (***)

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *