Example 728x250
Berita KepriEKONOMITanjungpinang

Kepri Resmi Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Gubernur Ansar Ajak Masyarakat Berpartisipasi Aktif

3
×

Kepri Resmi Canangkan Sensus Ekonomi 2026, Gubernur Ansar Ajak Masyarakat Berpartisipasi Aktif

Sebarkan artikel ini
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, bersama Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Amalia Adininggar Widyasanti, dan Kepala BPS Kepri, Toto Haryanto Silitonga, resmi mencanangkan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) Provinsi Kepri di Dompak, Tanjungpinang, Rabu (17/6/2026). (F-Diskominfo Kepri)

Tanjungpinang (SN) – Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, bersama Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Amalia Adininggar Widyasanti, dan Kepala BPS Kepri, Toto Haryanto Silitonga, resmi mencanangkan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) Provinsi Kepulauan Riau di Balairung Aula Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang, Rabu (17/6/2026).

Pencanangan ini menandai dimulainya pendataan ekonomi terbesar di Indonesia yang berlangsung hingga 31 Agustus 2026. Sensus Ekonomi 2026 diharapkan mampu menghadirkan data yang lengkap dan akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran.

Dalam sambutannya, Ansar Ahmad menegaskan bahwa hasil sensus ekonomi memiliki peran strategis bagi pemerintah dalam merumuskan arah pembangunan daerah.

“Kepulauan Riau yang 98 persen wilayahnya berupa laut dan hanya 2 persen daratan, data sensus menjadi fondasi penting untuk memperkuat pembangunan ekonomi maritim di masa depan,” katanya.

Ansar juga mengajak seluruh masyarakat, pelaku usaha, serta jajaran pemerintah daerah hingga aparat keamanan untuk mendukung dan menyukseskan pelaksanaan SE2026.

Ia berharap tidak ada satu pun aktivitas ekonomi yang luput dari pendataan sehingga hasil sensus benar-benar mencerminkan kondisi ekonomi Kepri secara menyeluruh.

Sementara itu, Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali. Menurutnya, perubahan aktivitas ekonomi yang sangat cepat dalam satu dekade terakhir membuat keberadaan data yang mutakhir semakin penting untuk mendukung perencanaan pembangunan.

“Keberhasilan sensus ekonomi memiliki dua syarat utama, yakni tidak ada yang terlewat dan data yang dikumpulkan harus akurat. Jika keduanya terpenuhi, maka akan dihasilkan data ekonomi berkualitas untuk pembangunan Indonesia,” tegas Amalia.

Di kesempatan yang sama, Kepala BPS Kepri Toto Haryanto Silitonga menyampaikan berbagai persiapan telah dilakukan untuk mendukung pelaksanaan SE2026. BPS Kepri telah menggelar 130 kegiatan sosialisasi yang diikuti lebih dari 8.000 peserta, melaksanakan 53 kegiatan Ngisi Bareng (Ngibar) bagi pelaku usaha, serta merekrut 1.589 petugas sensus yang akan melakukan pendataan door to door mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Toto juga mengapresiasi dukungan penuh Gubernur Ansar Ahmad terhadap pelaksanaan sensus. Bahkan, pada hari pertama pelaksanaan SE2026, Ansar menjadi responden pertama yang didata langsung oleh petugas BPS.

Melalui Sensus Ekonomi 2026, pemerintah berharap tersedianya data yang komprehensif dan berkualitas untuk mendukung penyusunan kebijakan ekonomi yang inklusif, sekaligus mendorong percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kepulauan Riau. (***)

Penulis

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *