Example 728x250
KESEHATANNASIONAL

Diabetes Tipe 2 Kini Serang Remaja, Wamenkes: Anak SMP Sudah Mulai Terkena

5
×

Diabetes Tipe 2 Kini Serang Remaja, Wamenkes: Anak SMP Sudah Mulai Terkena

Sebarkan artikel ini
Penyakit diabetes tipe 2 yang selama ini identik dengan usia lanjut kini menjadi ancaman serius bagi generasi muda. (F-Ilustrasi Net)

Jakarta (SN) – Penyakit diabetes tipe 2 yang selama ini identik dengan usia lanjut kini menjadi ancaman serius bagi generasi muda. Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono, mengungkapkan bahwa kasus diabetes tipe 2 semakin banyak ditemukan pada remaja, bahkan sudah menyerang anak usia Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Pernyataan tersebut disampaikan Dante saat menghadiri Canisius Health Expo 2026 di Kolese Kanisius, Minggu (24/5/2026). Ia menegaskan, perubahan pola hidup menjadi penyebab utama meningkatnya kasus diabetes pada usia muda.

“Dulu diabetes tipe 2 identik dengan usia 40 atau 50 tahun ke atas. Tetapi hari ini dan ini yang membuat saya tidak bisa tenang sebagai seorang dokter kita mulai melihatnya muncul pada remaja, bahkan beberapa kasus pada anak usia SMP,” ujar Dante dikutip dari laman kemenkes.

Menurutnya, gaya hidup generasi muda saat ini sangat berkontribusi terhadap meningkatnya risiko penyakit tersebut. Kurangnya aktivitas fisik, tingginya screen time, pola tidur yang buruk, hingga kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi gula dan ultra-proses menjadi faktor utama pemicu diabetes sejak dini.

Tak hanya itu, tekanan mental yang dialami remaja masa kini juga dinilai memperburuk kondisi kesehatan mereka. Ironisnya, diabetes tipe 2 pada remaja disebut berkembang lebih cepat dan lebih agresif dibandingkan pada orang dewasa.

Dante menekankan bahwa pencegahan harus dimulai dari lingkungan keluarga, bukan hanya mengandalkan pengobatan.

“Ini bukan untuk menakut-nakuti. Pencegahan harus dimulai sekarang. Makan bersama, tidur cukup, mengurangi waktu di depan layar, dan aktif bergerak bersama keluarga,” tegasnya.

Sebagai contoh sederhana, Dante mengaku rutin melakukan aktivitas fisik bersama keluarga, salah satunya mendaki Gunung Ciremai bersama putranya untuk menjaga kebugaran sekaligus mengurangi ketergantungan pada gawai.

Pemerintah sendiri telah mengambil langkah pencegahan melalui program Cek Kesehatan Gratis yang menyasar 25 juta pelajar di seluruh Indonesia. Selain itu, pemerintah juga mulai menerapkan sistem “nutri-level”, yakni label A hingga D pada kemasan makanan dan minuman guna memberikan informasi kadar gula kepada masyarakat.

Dari hasil pemeriksaan kesehatan di sekolah-sekolah, ditemukan berbagai masalah kesehatan yang mulai dialami remaja sejak usia dini, mulai dari hipertensi, anemia, hingga gangguan kesehatan gigi.

Canisius Health Expo 2026 sendiri digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap isu kesehatan masyarakat. Kegiatan ini diinisiasi alumni Kolese Kanisius angkatan 2001 bekerja sama dengan salah satu rumah sakit swasta di Jakarta, dengan menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis serta konsultasi dokter spesialis.

Direktur Kolese Kanisius, Thomas Gunawan Wibisono, menyebut kegiatan tersebut menjadi bukti nyata kontribusi alumni bagi masyarakat. Ia juga mengungkapkan bahwa angkatan 2001 berhasil melahirkan 17 dokter yang kini aktif mengabdi di berbagai bidang kesehatan.

“Ini sejalan dengan visi kami, to be man for others with others. Para alumni hadir membawa nilai-nilai kolese untuk berbagi dengan sesama, terutama bagi mereka yang terkendala akses kesehatan,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Dante mengingatkan para pelajar dan orang tua bahwa kesehatan merupakan fondasi utama untuk meraih masa depan.

“Tubuh adalah modal pertama dari semua cita-cita yang ingin dicapai. Kesehatan bukan tujuan akhir, melainkan cara kita menjalani hidup yang bermakna,” pungkasnya. (***)

Penulis

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *