Example 728x250
Berita KepriNASIONAL

Anak Daik Menembus Panggung Internasional, Tiga Mahasiswi STISIPOL Raja Haji Bawa Isu Daerah ke Malaysia

3
×

Anak Daik Menembus Panggung Internasional, Tiga Mahasiswi STISIPOL Raja Haji Bawa Isu Daerah ke Malaysia

Sebarkan artikel ini
Putri Nur Maulida, Putri Kayla Maharani, dan Aisyatul Munawaroh Azzahroh. Ketiganya merupakan mahasiswi semester tiga STISIPOL Raja Haji yang mendapat kesempatan mengikuti international conference di Malaysia, Minggu (4/10/2026). (F-Aisya)

Tanjungpinang (SN) – Berawal dari rasa ragu dan takut tidak mampu, tiga mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIPOL) Raja Haji Tanjungpinang justru berhasil melangkah jauh hingga ke panggung internasional.

Mereka adalah Putri Nur Maulida, Putri Kayla Maharani, dan Aisyatul Munawaroh Azzahroh. Ketiganya merupakan mahasiswi semester tiga STISIPOL Raja Haji yang mendapat kesempatan mengikuti international conference di Malaysia, Minggu (4/10/2026).

Bagi ketiganya, perjalanan tersebut bukan sekadar menghadiri sebuah konferensi. Ada keberanian, perjuangan, sekaligus kebanggaan karena mereka dapat membawa berbagai persoalan yang terjadi di daerah untuk dibicarakan di forum akademik internasional.

Menariknya, mereka masih duduk di semester tiga. Namun, usia pendidikan yang masih terbilang muda tidak menjadi penghalang untuk berani menyampaikan gagasan di hadapan peserta konferensi dari lingkungan akademik yang lebih luas.

Putri Nur Maulida mengaku masih tidak menyangka dirinya bersama dua rekannya bisa memperoleh kesempatan sebesar itu.

“Kami tidak menyangka di semester tiga ini dapat membawakan presentasi paper di tingkat internasional,” ucap Putri Nur Maulida.

Kesempatan tersebut menjadi pengalaman yang begitu berarti. Sebab, bagi seorang mahasiswa, berdiri di hadapan forum internasional untuk mempresentasikan hasil kajian bukanlah sesuatu yang mudah.

Apalagi, perjalanan itu membawa mereka keluar dari lingkungan yang selama ini akrab bagi mereka.

Putri Kayla Maharani bahkan mengungkapkan bahwa pada awalnya mereka sempat enggan mengikuti kegiatan tersebut. Bukan karena tidak memiliki keinginan untuk maju, melainkan karena muncul rasa takut dan keraguan terhadap kemampuan diri sendiri.

“Awalnya kami tidak mau, dikarenakan masih merasa belum mampu dan juga perasaan takut salah dalam menyampaikan materi kami,” ungkapnya.

Namun, keraguan itu perlahan berubah menjadi keberanian. Dukungan dari teman-teman dan dosen menjadi penyemangat bagi mereka untuk tetap melangkah.

“Apalagi kami ini anak Daik, Lingga. Ketika bisa sampai ke Malaysia untuk mempresentasikan paper, rasanya berbeda. Ada rasa gugup juga. Tetapi syukurnya teman-teman dan dosen tetap support selalu,” tuturnya.

Kalimat sederhana itu menggambarkan sebuah perjalanan yang tidak hanya tentang akademik, tetapi juga tentang keberanian anak-anak daerah untuk bermimpi lebih jauh.

Dari Daik, Lingga, mereka membawa cerita dan persoalan daerah hingga ke Malaysia. Dari ruang perkuliahan, mereka memberanikan diri berdiri di forum internasional untuk menyampaikan gagasan.

Dalam konferensi tersebut, ketiga mahasiswi mempresentasikan paper dengan mengangkat berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Di antaranya mengenai regulasi pertambangan, pelayanan publik, kesenjangan sosial, hingga persoalan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Bintan.

Berbagai topik tersebut menunjukkan bahwa persoalan daerah bukan sekadar bahan pembicaraan di ruang kelas. Persoalan itu dapat menjadi bahan kajian, melahirkan gagasan, dan bahkan dibawa ke ruang diskusi yang lebih luas.

Bagi ketiga mahasiswi tersebut, pengalaman ini menjadi langkah awal untuk terus berani keluar dari zona nyaman. Mereka membuktikan bahwa keterbatasan tempat asal dan status sebagai mahasiswa semester tiga bukan alasan untuk berhenti bermimpi.

Perjalanan Putri Nur Maulida, Putri Kayla Maharani, dan Aisyatul Munawaroh Azzahroh menjadi pengingat bahwa kesempatan besar terkadang datang bersama rasa takut. Namun, ketika keberanian untuk mencoba lebih besar daripada keraguan, langkah kecil dari ruang kuliah pun bisa membawa seseorang sampai ke panggung dunia.

Mereka mungkin baru mahasiswa semester tiga. Tetapi dari langkah mereka hari ini, ada harapan bahwa akan lahir lebih banyak generasi muda Kepulauan Riau yang berani membawa nama daerah, menyuarakan persoalan masyarakat, dan menunjukkan bahwa anak daerah juga mampu bersaing di tingkat internasional. (***)

Penulis

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *