Example 728x250
NASIONALTanjungpinang

AJI Tanjungpinang Gelar Nobar Film Pesta Babi: Bukan Sekadar Menonton, tapi Ruang Belajar Bersama

3
×

AJI Tanjungpinang Gelar Nobar Film Pesta Babi: Bukan Sekadar Menonton, tapi Ruang Belajar Bersama

Sebarkan artikel ini
AJI Tanjungpinang bersama Pers Mahasiswa Hasta Sastra – STAIN Sultan Abdurrahman (SAR) menggelar nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi, Kolonialisme di Zaman Kita di Sekretariat AJI Tanjungpinang, Sabtu, (23/5/2026). (F-AJI Tpi)

Tanjungpinang (SN) – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Tanjungpinang bersama Pers Mahasiswa Hasta Sastra – STAIN Sultan Abdurrahman (SAR) menggelar nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi, Kolonialisme di Zaman Kita di Sekretariat AJI Tanjungpinang, Sabtu, (23/5/2026).

Puluhan peserta dari kalangan mahasiswa Persma Hasta Sastra STAIN SAR, jurnalis, dan masyarakat sipil hadir dalam kegiatan nobar yang berlangsung mulai pukul 19.00 WIB.

Ketua AJI Tanjungpinang, Sutana menuturkan, kegiatan ini bukan hanya untuk menonton, tetapi untuk belajar bersama tentang jurnalisme investigatif, hak masyarakat adat, dan keadilan lingkungan.

“Film Pesta Babi merupakan contoh konkret bagaimana jurnalisme yang baik bekerja,” katanya.

Menurutnya, jurnalisme yang baik tidak hanya melaporkan fakta, tetapi juga membangun pemahaman, memberi ruang bagi suara yang terpinggirkan, dan mengajak publik berpikir kritis terhadap kebijakan yang berdampak luas.

“Film ini adalah bukti nyata dari kerja jurnalisme semacam itu,” ujar Sutana.

Ia menambahkan bahwa AJI Tanjungpinang bersama Persma Hasta Sastra menilai film ini sebagai media belajar yang relevan bukan sekadar tontonan, melainkan latihan berpikir kritis, membaca relasi kuasa, dan memahami cara kerja jurnalisme dalam mengangkat isu yang kompleks.

Selain pemutaran film, kegiatan ini juga diwarnai penggalangan donasi untuk pengungsi Papua. Dari aksi solidaritas tersebut, terkumpul dana sebesar Rp 712.000 yang langsung disalurkan kepada pengungsi Papua melalui Koperasi Ekspedisi Indonesia Baru.

Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita adalah film dokumenter investigatif berdurasi sekitar 95 menit yang disutradarai Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale.

Film ini dirilis pada Maret 2026 sebagai hasil kolaborasi Jubi Media, Watchdoc, Indonesia Baru, Pusaka Bentala Rakyat, dan Greenpeace Indonesia.

Dengan pendekatan riset sejarah, antropologi, dan jurnalistik investigatif, film ini mengurai tiga lapisan masalah yang saling berkaitan: perampasan tanah adat demi kepentingan agribisnis berskala masif, deforestasi hutan primer yang menjadi tumpuan hidup masyarakat lokal, serta dugaan militerisasi dalam pengamanan proyek investasi.

Isu separatisme dan enam dekade operasi militer di Papua turut menjadi bingkai analisis yang menempatkan seluruh persoalan itu dalam satu kerangka sistemik: kolonialisme.

Judul Pesta Babi diambil dari tradisi adat Awon Atatbon ritual besar suku Muyu di mana babi menjadi simbol ikatan sosial dan budaya. Ritual ini hanya bisa berlangsung bila hutan tetap lestari. (***)

Penulis

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *