Example 728x250
BatamBerita KepriHUKRIM

Enam Orang Diamankan Polresta Barelang Terkait Bentrokan Maut di Setokok

4
×

Enam Orang Diamankan Polresta Barelang Terkait Bentrokan Maut di Setokok

Sebarkan artikel ini
Kapolresta Barelang Kombes Pol. Anggoro Wicaksono mengatakan, pengamanan terhadap enam orang itu merupakan bagian dari proses penyelidikan yang masih terus dikembangkan. Hal itu disampikan saat memberikan keterangan resmi di Gedung Satreskrim Polresta Barelang, Selasa (15/9/2026). (F-Mala)

Batam (SN) – Polresta Barelang mengamankan enam orang yang diduga terlibat dalam bentrokan akibat konflik lahan di kawasan Setokok, Kecamatan Bulang, Kota Batam, Kepulauan Riau. Keenam orang tersebut kini menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap peran masing-masing dalam peristiwa yang menewaskan dua orang dan melukai tujuh lainnya.

Kapolresta Barelang Kombes Pol. Anggoro Wicaksono mengatakan, pengamanan terhadap enam orang itu merupakan bagian dari proses penyelidikan yang masih terus dikembangkan. Polisi juga masih mengumpulkan keterangan saksi, barang bukti serta hasil pemeriksaan medis dan forensik.

“Sekitar enam orang sudah kita amankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik masih melakukan pengembangan untuk mengungkap peran masing-masing pihak dalam peristiwa ini,” ujar Anggoro saat memberikan keterangan resmi di Gedung Satreskrim Polresta Barelang, didampingi Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Agung Tri Poerbowo, Selasa (15/9/2026).

Menurut Anggoro, bentrokan yang terjadi pada Senin (14/9/2026) tersebut dipicu konflik lahan yang telah berlangsung cukup lama. Persoalan itu bahkan telah beberapa kali diupayakan penyelesaiannya melalui mediasi, mulai dari tingkat Polsek Bulang, Polresta Barelang hingga Polda Kepulauan Riau.

Namun, upaya tersebut belum sepenuhnya meredam konflik. Sekitar pukul 16.30 WIB, terjadi aksi penyerangan yang diduga melibatkan dua kelompok hingga berujung jatuhnya korban jiwa dan luka-luka.

“Konflik ini murni merupakan konflik lahan dan tidak ada kaitannya dengan isu suku, agama, ras maupun antargolongan (SARA),” tegas Anggoro.

Pasca bentrokan, Polresta Barelang bersama Polda Kepri dan didukung personel TNI langsung melakukan pengamanan di lokasi. Polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengejar pihak-pihak yang diduga terlibat.

Terkait dugaan penggunaan senjata dalam bentrokan, Anggoro menyebut hasil penyelidikan sementara mengarah pada penggunaan senjata angin, bukan senjata api. Polisi masih menunggu hasil visum dan autopsi untuk memastikan penyebab kematian serta luka yang dialami para korban secara ilmiah.

“Saat ini proses penyelidikan masih terus berjalan. Termasuk pelaksanaan visum dan autopsi untuk memperoleh hasil pembuktian secara ilmiah sesuai prosedur hukum yang berlaku,” katanya.

Polresta Barelang memastikan proses hukum terhadap para pihak yang terlibat akan dilakukan secara profesional, objektif dan tanpa pandang bulu. Status serta peran masing-masing dari enam orang yang diamankan masih didalami penyidik.

Di tengah proses penyelidikan, polisi juga meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama kabar yang mengaitkan bentrokan tersebut dengan persoalan SARA.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi serta tidak menyebarkan berita yang belum dipastikan kebenarannya,” kata Anggoro.

Untuk menjaga situasi tetap kondusif, Polresta Barelang bersama Polda Kepri akan meningkatkan patroli dan langkah cipta kondisi di wilayah Batam.

Anggoro menegaskan, tidak ada pemberlakuan status Siaga 1. Peningkatan kesiapsiagaan personel dilakukan sebagai langkah antisipasi sekaligus untuk memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat. (***)

 

Penulis

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *