Example 728x250
Berita KepriKESEHATAN

Kualitas Udara Kepri Memburuk, Polda Imbau Warga Waspada

22
×

Kualitas Udara Kepri Memburuk, Polda Imbau Warga Waspada

Sebarkan artikel ini
Polda Kepri mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul kualitas udara di sejumlah wilayah yang berada dalam kategori tidak sehat akibat meningkatnya konsentrasi partikel halus atau Particulate Matter (PM) 2.5. Trlihat dari udara kabut asap menutupi kawasan pemukiman Kota Batam, foto diambil beberapa waktu lalu. (F-Sketsa)

Batam (SN) – Polda Kepulauan Riau (Kepri) mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul kualitas udara di sejumlah wilayah yang berada dalam kategori tidak sehat akibat meningkatnya konsentrasi partikel halus atau Particulate Matter (PM) 2.5.

Kabidhumas Polda Kepri Kombes Pol Nona Pricillia Ohei mengatakan masyarakat tidak perlu panik, namun tetap memperhatikan kondisi udara sebelum beraktivitas di luar ruangan. Kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan diminta mendapat perhatian lebih.

“Masyarakat kami imbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara kurang baik. Jika harus beraktivitas di luar ruangan, gunakan masker dan hindari aktivitas fisik berat dalam waktu yang lama,” ujar Nona, Jumat (4/9/2026).

Berdasarkan informasi BMKG Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam, terdeteksi 23 titik panas (hotspot) di wilayah Kepri sejak pukul 00.00 hingga 11.00 WIB. Titik panas tersebut terpantau dengan tingkat kepercayaan sedang dan berpotensi menimbulkan sebaran asap yang terbawa angin hingga menurunkan kualitas udara di sejumlah daerah.

Polda Kepri juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kondisi tubuh dengan mencukupi kebutuhan cairan. Warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Di sisi lain, jajaran Polda Kepri terus memantau kondisi wilayah hukum masing-masing dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta instansi terkait untuk mengantisipasi dampak kabut asap dan penurunan kualitas udara.

Masyarakat juga diminta ikut mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di tengah kondisi cuaca yang kering. Jika menemukan titik api atau indikasi kebakaran, warga diminta segera melaporkannya kepada kepolisian atau petugas pemadam kebakaran.

“Mari kita tetap tenang, waspada dan saling menjaga. Keselamatan dan kesehatan masyarakat menjadi perhatian bersama,” kata Nona. (***)

Penulis

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *