Example 728x250
Berita KepriTanjungpinang

Persaingan Intelektual Warnai MTQ Kepri 2026, Peserta KTIQ Adu Gagasan Ilmiah Berbasis Alquran

5
×

Persaingan Intelektual Warnai MTQ Kepri 2026, Peserta KTIQ Adu Gagasan Ilmiah Berbasis Alquran

Sebarkan artikel ini
Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Ke-12 Tingkat Provinsi Kepri Tahun 2026 resmi dimulai. Cabang Karya Tulis Ilmiah Alquran (KTIQ) menggelar babak penyisihan pada Minggu (5/7/2026), dengan menghadirkan 14 peserta terbaik dari tujuh kabupaten/kota se-Kepri. (F-Kemenag Kepri)

Tanjungpinang (SN) – Persaingan intelektual pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Ke-12 Tingkat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Tahun 2026 resmi dimulai. Cabang Karya Tulis Ilmiah Alquran (KTIQ) menggelar babak penyisihan pada Minggu (5/7/2026), dengan menghadirkan 14 peserta terbaik dari tujuh kabupaten/kota se-Kepri yang beradu gagasan ilmiah berlandaskan nilai-nilai Alquran.

Babak penyisihan berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Para peserta ditantang menyusun karya ilmiah berdasarkan tema yang telah ditetapkan panitia sebagai langkah awal menuju babak semifinal dan final.

Berbeda dengan cabang tilawah atau tartil yang mengutamakan kemampuan membaca Alquran, cabang KTIQ menuntut kemampuan akademik sekaligus penguasaan ilmu keislaman. Peserta diwajibkan menghasilkan makalah ilmiah yang orisinal melalui kajian literatur, tafsir Alquran, hadis, serta berbagai referensi ilmiah, sebelum mempresentasikan hasil kajiannya di hadapan Dewan Hakim.

Tahun ini, panitia mengangkat dua tema strategis yang dinilai relevan dengan tantangan masa kini, yakni Pelestarian Lingkungan dan Kerukunan Umat Beragama. Melalui kedua tema tersebut, peserta didorong menghadirkan solusi ilmiah terhadap berbagai persoalan aktual dengan menjadikan Alquran sebagai landasan utama.

Sebanyak 14 peserta yang berlaga terdiri dari tujuh putra dan tujuh putri, masing-masing mewakili kafilah dari tujuh kabupaten/kota di Kepulauan Riau. Kafilah Kota Tanjungpinang mengutus Maulana Abdilah Situmorang pada kategori putra dan Marsila pada kategori putri untuk bersaing memperebutkan tiket menuju babak berikutnya.

Kompetisi KTIQ akan berlanjut pada Selasa (7/7/2026) melalui babak semifinal dengan penulisan karya ilmiah bertema pilihan, kemudian ditutup dengan babak final pada Rabu (8/7/2026).

Pada tahapan selanjutnya, peserta akan mempresentasikan karya ilmiahnya dalam forum persidangan yang disertai sesi tanya jawab. Dewan Hakim akan menggelar sidang meja hijau untuk menilai orisinalitas karya, kedalaman penguasaan materi, ketepatan penggunaan dalil Alquran, hingga kemampuan peserta mempertahankan argumentasi ilmiahnya.

Di hari yang sama, sejumlah cabang musabaqah lainnya juga berlangsung secara paralel, di antaranya tartil, tilawah penyandang disabilitas netra, murattal, serta qiraat remaja dan dewasa putra maupun putri.

Berdasarkan pantauan seluruh peserta Kafilah Kota Tanjungpinang yang menginap di Hotel CK, Batu 8, telah bersiap sejak pagi. Didampingi para ofisial, mereka berangkat menuju venue perlombaan dengan penuh semangat dan optimisme untuk memberikan penampilan terbaik di hadapan Dewan Hakim.

Sebagai tuan rumah MTQ Ke-12 Tingkat Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2026 yang berlangsung pada 4–9 Juli 2026, Kota Tanjungpinang menjadi pusat pelaksanaan berbagai cabang musabaqah yang diikuti sekitar 370 peserta dari tujuh kabupaten/kota. Mengusung tema “Dengan Alquran Membangun Kepri”, ajang ini mempertandingkan delapan cabang musabaqah dengan total 56 golongan.

Astaka utama dipusatkan di kawasan Taman Gurindam 12, tepatnya di depan Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri. Sementara perlombaan tersebar di sejumlah lokasi, antara lain Masjid Raya Nur Ilahi Dompak, Masjid Agung Al Hikmah Tanjungpinang, Gedung Veteran Tanjungpinang, Gedung LAM Kepri, Hotel Aston Tanjungpinang, serta Hotel Bintan Plaza Tanjungpinang.

Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah menegaskan Pemko Tanjungpinang siap mengemban amanah sebagai tuan rumah MTQ XII Tingkat Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2026 dengan sebaik-baiknya sebagai bentuk kepercayaan masyarakat Kepri.

“Alhamdulillah kami terima dan akan laksanakan amanah ini dengan sukses dan penuh rasa syukur serta tanggung jawab sebagai bentuk kepercayaan seluruh masyarakat Provinsi Kepulauan Riau kepada Kota Tanjungpinang,” ujar Lis.

Menurutnya, penyelenggaraan MTQ bukan sekadar ajang perlombaan untuk meraih prestasi, tetapi menjadi media dakwah, sarana pendidikan, wahana syiar Islam, sekaligus momentum memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an. Melalui MTQ, diharapkan lahir generasi Qurani yang berakhlak mulia, berilmu, toleran, dan memiliki semangat persatuan yang kuat.

Lis juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Tanjungpinang untuk terus mendukung berbagai program keagamaan, mulai dari pembinaan melalui lembaga pendidikan Al-Qur’an, Quran Center, rumah tahfiz, kegiatan syiar Islam, hingga pembinaan kafilah MTQ secara berkelanjutan. (***)

Penulis

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *