Example 728x250
Berita KepriTanjungpinang

MTQ XII Kepri Jadi Momentum Menanamkan Nilai Al-Qur’an untuk Membangun Karakter Masyarakat

8
×

MTQ XII Kepri Jadi Momentum Menanamkan Nilai Al-Qur’an untuk Membangun Karakter Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XII Tingkat Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2026 di Kawasan Alun-Alun Gurindam 12, Tanjungpinang, Sabtu (4/7/2026) malam. (F-Diskominfo Kepri)

Tanjungpinang (SN) – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XII Tingkat Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2026 bukan sekadar ajang mencari qari dan qariah terbaik. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum untuk menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai fondasi pembangunan karakter masyarakat dan sumber daya manusia di Kepulauan Riau.

Pesan tersebut disampaikan Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, saat membuka secara resmi MTQ XII Kepri di kawasan Alun-Alun Gurindam 12, Tanjungpinang, Sabtu (4/7/2026) malam. Pembukaan ditandai dengan pemukulan kompang bersama setelah defile kafilah dari tujuh kabupaten/kota se-Kepulauan Riau yang menyemarakkan suasana.

Mengusung tema “Dengan Qur’an Membangun Kepri”, MTQ XII berlangsung pada 4–9 Juli 2026 dengan Kota Tanjungpinang sebagai tuan rumah. Sebanyak 370 peserta yang terdiri atas 186 putra dan 184 putri dari seluruh kabupaten/kota di Kepulauan Riau mengikuti ajang syiar Islam terbesar di provinsi tersebut.

Dalam sambutannya, Ansar Ahmad menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak cukup hanya diukur dari kemajuan infrastruktur maupun pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, kemajuan daerah harus ditopang oleh kualitas sumber daya manusia yang beriman, bertakwa, berakhlakul karimah, serta menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan.

“Sesungguhnya MTQ adalah momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an kepada masyarakat. Membangun daerah tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik atau capaian indikator ekonomi dan sosial semata, tetapi yang jauh lebih penting adalah membangun kualitas sumber daya manusia yang beriman, bertakwa, berakhlakul karimah, memiliki dedikasi, loyalitas, dan semangat yang dilandasi nilai-nilai Al-Qur’an,” ujar Ansar.

Ia menilai pembangunan karakter merupakan fondasi utama bagi terwujudnya Kepulauan Riau yang maju sekaligus religius. Karena itu, tema “Dengan Qur’an Membangun Kepri” diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi menjadi semangat yang terus hidup dalam kehidupan masyarakat.

Selain sebagai media syiar Islam, MTQ juga menjadi wadah pembinaan generasi Qur’ani sekaligus ajang menjaring putra-putri terbaik daerah. Para juara MTQ tingkat provinsi nantinya akan dipersiapkan untuk mewakili Kepulauan Riau pada MTQ Nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 12 September 2026 di Semarang, Jawa Tengah.

“Insya Allah para peserta terbaik akan mewakili Kepulauan Riau pada MTQ Nasional. Kita berdoa semoga mereka mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional,” katanya.

Gubernur juga mengingatkan Dewan Hakim agar menjaga integritas selama proses penilaian dengan menjunjung tinggi objektivitas, keadilan, dan profesionalisme sehingga menghasilkan peserta terbaik yang benar-benar berkualitas.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura yang juga menjabat Ketua Umum LPTQ Provinsi Kepulauan Riau mengatakan, penyelenggaraan MTQ merupakan gambaran nyata kecintaan masyarakat Kepri terhadap Al-Qur’an.

Menurutnya, keikutsertaan 370 peserta, kesiapan tujuh arena perlombaan, hingga kerja keras panitia selama berbulan-bulan menjadi bukti bahwa semangat membumikan Al-Qur’an terus tumbuh di tengah masyarakat.

“Angka dan data yang saya sampaikan bukan sekadar catatan administratif. Di baliknya ada 370 anak negeri Kepulauan Riau yang telah berbulan-bulan menghafal, melafalkan, dan menghayati setiap ayat suci Al-Qur’an. Semua itu adalah wujud nyata kecintaan masyarakat Kepulauan Riau kepada Kalamullah,” ungkap Nyanyang.

Rangkaian MTQ XII Kepri diawali dengan Malam Ta’aruf, Pawai Ta’aruf, pembukaan bazar UMKM, malam pembukaan, pelaksanaan perlombaan, city tour, hingga malam penutupan.

Perlombaan berlangsung pada 5–8 Juli 2026 di tujuh venue yang tersebar di Kota Tanjungpinang. Cabang yang diperlombakan meliputi Tilawah Al-Qur’an, Tartil, Qira’at, Hifzil Qur’an, Tafsir Al-Qur’an, Khat Al-Qur’an (kaligrafi), Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an, serta Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an. (***)

Penulis

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *