Example 728x250
BintanKesehatanNASIONAL

Miswanto Raih Kalpataru Adya 2026, Pejuang Lingkungan dari Bintan yang Menginspirasi Indonesia

8
×

Miswanto Raih Kalpataru Adya 2026, Pejuang Lingkungan dari Bintan yang Menginspirasi Indonesia

Sebarkan artikel ini
Dedikasi panjang dalam menjaga kelestarian lingkungan akhirnya mengantarkan Miswanto, Ketua Bank Sampah Induk (BSI) Pensosmas Bintan, meraih penghargaan bergengsi Kalpataru Adya Tahun 2026. (F-Diskominfo Bintan)

Jakarta (SN) – Kabar membanggakan datang dari Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau. Dedikasi panjang dalam menjaga kelestarian lingkungan akhirnya mengantarkan Miswanto, Ketua Bank Sampah Induk (BSI) Pensosmas Bintan, meraih penghargaan bergengsi Kalpataru Adya Tahun 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Plenary Hall, Jakarta International Convention Centre (JICC), Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2026).

Penghargaan Kalpataru merupakan bentuk apresiasi tertinggi pemerintah kepada individu maupun kelompok yang memiliki kontribusi nyata dalam pelestarian lingkungan hidup. Bagi Miswanto, penghargaan tersebut bukan sekadar pengakuan atas perjuangan pribadinya, melainkan milik seluruh pegiat lingkungan yang selama ini turut bergerak menjaga bumi, khususnya di Kabupaten Bintan.

“Alhamdulillah, bangga pastinya menerima penghargaan ini. Yang pasti, penghargaan ini untuk semua pegiat dan pecinta lingkungan, khususnya di Kabupaten Bintan,” ujar Miswanto usai menerima penghargaan.

Miswanto menerima Kalpataru Adya melalui kategori Pembina Lingkungan. Penghargaan itu diberikan atas dedikasi dan konsistensinya dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

Perjalanan yang mengantarkannya hingga ke panggung nasional bukanlah proses yang instan. Berawal dari kepedulian terhadap persoalan sampah rumah tangga di lingkungan sekitar, Miswanto bersama BSI Pensosmas Bintan menghadirkan berbagai inovasi yang mampu mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah.

Salah satu inovasi yang paling dikenal adalah program Bintan Ojek Sampah (BOS). Melalui program ini, masyarakat tidak lagi kesulitan mengelola sampah yang masih memiliki nilai ekonomis. Cukup dengan mengirimkan pesan melalui aplikasi WhatsApp, petugas akan datang langsung ke rumah untuk menjemput sampah yang dapat didaur ulang.

Konsep sederhana namun efektif tersebut berhasil menarik minat masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pengelolaan sampah. Tidak hanya membantu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, program ini juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi warga.

Selain BOS, Miswanto juga mengembangkan gerakan sedekah sampah yang menggabungkan pengelolaan lingkungan dengan pendekatan religius dan sosial. Melalui program tersebut, sampah yang memiliki nilai jual dikumpulkan dan hasilnya dimanfaatkan untuk kegiatan sosial kemasyarakatan. Pendekatan ini terbukti mampu meningkatkan kesadaran masyarakat karena menghadirkan manfaat langsung yang dapat dirasakan bersama.

Kini, hasil kerja keras tersebut mulai terlihat nyata. BSI Pensosmas Bintan telah memiliki hampir 800 nasabah aktif yang secara rutin terlibat dalam pengelolaan sampah. Angka tersebut menjadi bukti bahwa kesadaran lingkungan dapat tumbuh ketika masyarakat diberikan akses, edukasi, dan sistem yang mudah dijalankan.

Tidak hanya berpengaruh di Kabupaten Bintan, kiprah Miswanto bahkan telah melampaui batas daerah. Saat ini, ia aktif membina 21 bank sampah yang tersebar di sejumlah wilayah, mulai dari Batam, Pekanbaru hingga Padang. Pengalaman dan inovasi yang dikembangkannya menjadi inspirasi bagi berbagai komunitas dan pegiat lingkungan di berbagai daerah.

Siapa sangka, sebuah gerakan yang awalnya tumbuh dari lingkungan kecil di Kelurahan Tanjung Uban Selatan kini berkembang menjadi model pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang dikenal hingga tingkat nasional. Apa yang dilakukan Miswanto menunjukkan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten.

Penghargaan Kalpataru Adya 2026 yang diraihnya menjadi bukti bahwa upaya menjaga lingkungan tidak pernah sia-sia. Di tengah meningkatnya tantangan persoalan sampah dan perubahan lingkungan, sosok seperti Miswanto menjadi inspirasi bahwa kepedulian, inovasi, dan kerja bersama mampu menghadirkan perubahan nyata.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bintan, Niken Wulandari, yang turut hadir dalam acara penganugerahan tersebut, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas prestasi yang diraih Miswanto.

Menurutnya, penghargaan tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan bagi penerima, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bintan. Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi energi baru untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

“Mewakili Pemerintah Daerah, kami memberikan apresiasi kepada Bapak Miswanto. Pejuang lingkungan yang sepak terjangnya memang sangat luar biasa. Ke depannya semoga kepedulian masyarakat semakin meningkat dan bisa sama-sama mengambil peran dalam menjaga maupun melestarikan lingkungan,” ujarnya. (***)

Penulis

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *