Example 728x250
BatamBerita KepriEKONOMIPOLITIK

Dwi Ajeng Gandeng ASEAN Foundation, UMKM Kepri Didorong Adaptasi Teknologi AI

11
×

Dwi Ajeng Gandeng ASEAN Foundation, UMKM Kepri Didorong Adaptasi Teknologi AI

Sebarkan artikel ini
Anggota DPD/MPR RI Dapil Kepulauan Riau, Dwi Ajeng Sekar Respaty, S.H., M.Kn., menginisiasi program bertajuk “Peningkatan Daya Saing UMKM Melalui Adopsi Teknologi AI” yang digelar pada 7–8 Mei 2026 di Kampus Universitas Riau Kepulauan (UNRIKA), Kota Batam. (F-Istimewa)

Batam (SN) – Upaya mempercepat transformasi digital sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah terus dilakukan di Provinsi Kepulauan Riau. Anggota DPD/MPR RI Dapil Kepulauan Riau, Dwi Ajeng Sekar Respaty, S.H., M.Kn., menginisiasi program bertajuk “Peningkatan Daya Saing UMKM Melalui Adopsi Teknologi AI” yang digelar pada 7–8 Mei 2026 di Kampus Universitas Riau Kepulauan (UNRIKA), Kota Batam.

Program ini menjadi langkah strategis untuk membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kepri beradaptasi dengan perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Kegiatan tersebut terlaksana melalui kolaborasi bersama ASEAN Foundation dan Kumpul IMPACT sebagai pendamping program.

Sebagai sektor yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah, UMKM dinilai perlu didorong agar mampu memanfaatkan teknologi digital secara optimal. Melalui pelatihan ini, para peserta dibekali kemampuan dasar penggunaan AI terapan guna meningkatkan efisiensi usaha, memperluas pasar, hingga memperkuat daya saing di tengah persaingan ekonomi digital yang semakin dinamis.

Baca Juga : Penggerebekan Besar di Baloi: Imigrasi Amankan Ratusan WNA dari Berbagai Negara

Dwi Ajeng Sekar Respaty menegaskan bahwa penguasaan teknologi saat ini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak bagi kemajuan ekonomi daerah.

“Dalam ekosistem ekonomi terintegrasi saat ini, kapabilitas berbasis data dan otomatisasi menjadi prasyarat utama agar UMKM dapat naik kelas. Pelatihan AI ini kami hadirkan untuk mentransformasi UMKM lokal menjadi entitas bisnis yang siap bersaing dan terhubung dalam rantai nilai nasional maupun Asia Tenggara,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).

Pelatihan tersebut merupakan bagian dari program regional AIM ASEAN (AI for MSME Advancement in ASEAN) yang dijalankan ASEAN Foundation selama dua tahun bersama Asian Venture Philanthropy Network (AVPN). Program ini didukung pendanaan dari AI Opportunity Fund: Asia Pacific melalui Google.org dan Asian Development Bank (ADB).

Baca Juga : Polda Kepri Bongkar Modus Impor Ilegal Barang Bekas dari Singapura di Batam

Secara kelembagaan, inisiatif ini juga memperoleh dukungan resmi dari ASEAN Coordinating Committee on Micro, Small and Medium Enterprises (ACCMSME) dalam rangka mempercepat transformasi digital dan adopsi AI di kawasan Asia Tenggara.

Pelaksanaan program di Kepulauan Riau turut melibatkan berbagai pihak, mulai dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DKUKM) Provinsi Kepri di bawah arahan Kepala Dinas Riki Rionaldi, S.STP., M.Si., UPTD PLUT KUMKM Kota Batam, hingga akademisi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNRIKA.

Kolaborasi lintas sektor tersebut dinilai penting untuk memastikan materi pelatihan tetap relevan dengan karakteristik sosial ekonomi masyarakat Kepri serta kebutuhan riil pelaku UMKM di lapangan.

Selama dua hari pelatihan, peserta difokuskan pada penguatan literasi AI secara praktis dan aplikatif. Para pelaku usaha diajarkan bagaimana memanfaatkan AI sebagai asisten digital sehari-hari, mulai dari membantu pemasaran, pengelolaan data usaha, hingga meningkatkan produktivitas operasional.

Pendekatan ini diharapkan mampu menjadikan teknologi tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang rumit, tetapi sebagai solusi praktis yang dapat langsung diterapkan oleh pengusaha lokal dalam menjalankan usaha mereka.

Melalui program ini, Kota Batam diharapkan dapat semakin mengukuhkan diri sebagai motor penggerak ekonomi Kepulauan Riau sekaligus menjadi percontohan penerapan AI untuk sektor UMKM di tingkat nasional maupun ASEAN.
Langkah tersebut dinilai tepat mengingat pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau menunjukkan tren positif.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Mei 2026, ekonomi Kepri pada Triwulan I-2026 tumbuh sebesar 7,04 persen, tertinggi di wilayah Sumatera.

Di sisi lain, potensi UMKM di Kepri juga sangat besar. Data Dinas Koperasi dan UKM Kepri mencatat, hingga 2025 terdapat lebih dari 146 ribu unit UMKM di seluruh kabupaten/kota, dengan sekitar 94.600 UMKM telah terintegrasi dalam Sistem Informasi Data Tunggal (SIDT) nasional.

Besarnya potensi tersebut menjadi alasan kuat mengapa adopsi teknologi AI dinilai penting. Dengan pemanfaatan teknologi yang tepat, UMKM Kepri diharapkan tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga tumbuh lebih cepat, inovatif, dan kompetitif di era ekonomi digital. (***)

Penulis

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *