Bripda Natanael Meninggal Dunia, Polda Kepri Janji Usut Tuntas Dugaan Kekerasan di Mess

Kepala Bidang Humas Polda Kepri, Nona Pricillia Ohei, menyampaikan duka mendalam atas peristiwa meninggalnya seorang anggota polisi muda di lingkungan Polda Kepulauan Riau, Natanael Simanungkalit (20). Korban meninggal diduga mengalami kekerasan di tempat tinggalnya, Rusun Bintara Remaja SPN Polda Kepri, Senin malam (13/4/2026). (F-Dok Polda Kepri)

Batam (SN) – Seorang anggota polisi muda di lingkungan Polda Kepulauan Riau, Natanael Simanungkalit (20), meninggal dunia usai diduga mengalami kekerasan di tempat tinggalnya, Rusun Bintara Remaja SPN Polda Kepri, Senin malam (13/4/2026).

Insiden tragis itu diduga bermula dari keterlibatan korban dalam sebuah peristiwa dengan sejumlah rekan seniornya di mess. Belum diketahui secara pasti kronologi lengkap kejadian tersebut, namun korban ditemukan dalam kondisi kritis dan segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.

Meski sempat mendapatkan penanganan intensif, nyawa korban tidak tertolong. Ia dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 00.00 WIB pada Selasa (14/4/2026).

Kepala Bidang Humas Polda Kepri, Nona Pricillia Ohei, menyampaikan duka mendalam atas peristiwa tersebut.
“Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Bripda Natanael. Ini menjadi duka bagi kami semua,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa Polda Kepri berkomitmen untuk mengusut kasus ini secara terbuka. “Kami pastikan penanganan perkara ini dilakukan secara profesional, transparan, dan akan menindak tegas siapa pun yang terbukti terlibat,” tegasnya.

Saat ini, proses hukum ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepri. Di sisi lain, pemeriksaan internal dilakukan oleh Divisi Profesi dan Pengamanan Polri untuk menelusuri kemungkinan adanya pelanggaran kode etik.

Sebanyak 11 personel Bintara Polda Kepri telah diperiksa oleh Propam guna mendalami dugaan keterlibatan dalam insiden tersebut.

Jenazah korban kini berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk menjalani autopsi. Proses ini dilakukan oleh tim forensik Polda Kepri bersama tim dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia di RSCM.

Polda Kepri memastikan seluruh proses penyelidikan akan dilakukan secara transparan. “Kami berkomitmen mengungkap peristiwa ini secara terang dan memberikan keadilan bagi korban,” tutupnya. (***)

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *