Tanjungpinang (SN) – Wakil Walikota Tanjungpinang, Raja Ariza, mengajak seluruh umat Muslim menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi dengan hati yang lapang, saling memaafkan, serta menjadikannya sebagai momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Menurut Raja Ariza, Ramadhan merupakan waktu yang tepat untuk melakukan introspeksi diri dan memperbaiki kualitas ibadah. Ia berharap bulan penuh berkah ini mampu membawa perubahan positif bagi setiap pribadi.
“Ramadhan menjadi waktu yang tepat untuk introspeksi diri. Mudah-mudahan di bulan suci ini pahala ibadah dilipatgandakan, sehingga ke depan kita menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.
Ajakan tersebut disampaikan Raja Ariza saat menghadiri Tabligh Akbar dan Doa Bersama menyambut Ramadhan yang digelar Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau di Halaman Balai Kelurahan Penyengat, Sabtu (7/2/2026). Ia hadir bersama Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Tanjungpinang, Handayani.
Kegiatan ini turut dihadiri Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura, unsur Forkopimda, pejabat instansi vertikal, jajaran Pemprov Kepri, serta masyarakat Pulau Penyengat yang tampak antusias mengikuti acara.
Dalam sambutannya, Gubernur Ansar Ahmad menyampaikan bahwa Tabligh Akbar dan Doa Bersama ini menjadi bagian dari persiapan spiritual menyambut Ramadan. Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas tingginya partisipasi masyarakat sekaligus capaian pembangunan fasilitas di Pulau Penyengat.
“Alhamdulillah, kegiatan ini berlangsung ramai. Selain menyambut Ramadan, acara ini juga dirangkai dengan syukuran atas selesainya sejumlah pembangunan fasilitas di Pulau Penyengat, seperti perbaikan ruas jalan dan penataan halaman Balai Adat,” ujar Ansar.
Ia menambahkan, pada tahun ini Pemprov Kepri merencanakan pembangunan Tugu Bahasa Indonesia di Pulau Penyengat. Pembangunan tersebut bertujuan mempertegas peran Pulau Penyengat sebagai salah satu cikal bakal lahirnya Bahasa Indonesia melalui karya monumental Pahlawan Nasional Raja Ali Haji.
Ke depan, kawasan Pulau Penyengat juga akan dilengkapi dengan museum, perkampungan budaya, serta ruang bagi pelaku UMKM. Selain itu, direncanakan pembangunan 99 anak tangga dan simbol 17 rakaat yang sarat dengan nilai filosofis dan religius.
“Mohon doa agar seluruh pembangunan dapat berjalan lancar. Kami berharap kawasan ini menjadi magnet untuk memperkenalkan Pulau Penyengat, tidak hanya kepada wisatawan domestik, tetapi juga mancanegara,” tambahnya.
Gubernur Ansar juga mengajak masyarakat memaknai Ramadhan sebagai bulan penuh kemuliaan dan peristiwa penting dalam sejarah Islam, termasuk turunnya Al-Qur’an pada malam Lailatul Qadar. Ramadan, menurutnya, adalah momentum dilipatgandakannya pahala sekaligus kesempatan emas untuk memperbaiki diri.
“Oleh karena itu, orang-orang bijak akan mempersiapkan diri agar Ramadan benar-benar bermakna dalam memperbaiki hubungan kita dengan Allah SWT,” tuturnya.
Acara ditutup dengan ceramah agama dan doa bersama yang disampaikan oleh Ustaz Abdil Muhadir Ritonga, menambah kekhidmatan suasana menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan. (SN)

