Example 728x250
Natuna

Nahkoda Selamat, Satu ABK Ditemukan Meninggal, Satu Lagi Masih Hilang dalam Tragedi KM Ocean Three di Natuna

5
×

Nahkoda Selamat, Satu ABK Ditemukan Meninggal, Satu Lagi Masih Hilang dalam Tragedi KM Ocean Three di Natuna

Sebarkan artikel ini
Operasi pencarian awak KM Ocean Three yang tenggelam di perairan Natuna, Kepulauan Riau, membuahkan hasil. Setelah nahkoda kapal berhasil ditemukan selamat, Tim SAR Gabungan kembali menemukan seorang ABK dalam kondisi meninggal dunia. Hingga Senin (29/6/2026), satu korban lainnya masih dinyatakan hilang. (F-Ist U/Sketsa)

Natuna (SN) – Operasi pencarian terhadap awak Kapal Motor (KM) Ocean Three yang tenggelam di perairan Natuna, Kepulauan Riau, terus membuahkan hasil. Setelah nahkoda kapal berhasil ditemukan selamat, Tim SAR Gabungan kembali menemukan seorang anak buah kapal (ABK) dalam kondisi meninggal dunia. Hingga Senin (29/6/2026), satu korban lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian intensif.

Insiden bermula ketika KM Ocean Three, kapal motor barang berukuran 15 Gross Ton (GT), bertolak dari Pelabuhan Sedanau, Natuna, menuju Pemangkat, Kalimantan Barat, pada Selasa (24/6/2026) pukul 13.03 WIB.

Sesuai jadwal pelayaran, kapal seharusnya tiba di Pelabuhan Pemangkat pada Jumat (26/6/2026). Namun hingga Sabtu (27/6/2026) pagi, kapal tidak kunjung tiba sehingga agen kapal PT Midai Putra melaporkan kejadian tersebut kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna.

Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman, mengatakan laporan hilang kontak langsung ditindaklanjuti dengan mengerahkan Tim SAR Gabungan.

“Dari laporan yang kami terima, kapal belum tiba sesuai estimasi waktu pelayaran sehingga dilakukan upaya pencarian,” ujarnya.

Dalam proses pencarian awal, tim memperoleh informasi adanya sejumlah fiber ikan yang mengapung di laut pada koordinat 03°44′ LU dan 108°29′ BT. Setelah berkoordinasi dengan pihak agen kapal dan pemilik muatan di Sedanau, dipastikan bahwa fiber tersebut merupakan muatan KM Ocean Three.

Berdasarkan temuan tersebut, Tim SAR menetapkan Last Known Position (LKP) di sekitar lokasi penemuan serpihan muatan dan mulai melakukan penyisiran bersama sejumlah unsur, di antaranya Lanal Ranai, HNSI Natuna, serta instansi terkait lainnya.

KM Ocean Three diketahui mengangkut empat orang awak kapal. Belakangan diketahui kapal tersebut tenggelam saat berlayar di perairan Natuna pada Kamis (26/6/2026), sehingga seluruh awak kapal terpaksa menyelamatkan diri di tengah laut.

Nahkoda Bertahan Hampir Dua Hari di Laut

Upaya pencarian membuahkan hasil pada Minggu (28/6/2026) sekitar pukul 11.48 WIB. Nahkoda kapal, Wan Zaidan (47), ditemukan dalam keadaan selamat di perairan depan Pian Padang.

Korban ditemukan di koordinat 3°40.299′ LU dan 108°20.947′ BT oleh KAL Sengiap milik Pangkalan TNI AL (Lanal) Ranai yang sedang melakukan operasi pencarian bersama tim Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Menurut Abdul Rahman, saat ditemukan korban dalam kondisi lemah setelah hampir dua hari hanyut di lautan.

“Korban ditemukan dalam keadaan selamat. Saat ditemukan, ia bertahan hidup dengan berpegangan pada tutup fiber berwarna kuning,” katanya.

Usai dievakuasi, Wan Zaidan langsung mendapatkan penanganan medis untuk memulihkan kondisinya.

Satu ABK Ditemukan Meninggal Dunia

Sehari berselang, Senin (29/6/2026), Tim SAR Gabungan kembali menemukan satu korban lainnya. Seorang ABK ditemukan mengapung di Perairan Pian Padang sekitar pukul 09.10 WIB pada koordinat 03°42.00′ LU dan 108°24.00′ BT.

Korban pertama kali ditemukan oleh nelayan yang tergabung dalam unsur SAR dan segera dilaporkan kepada Kantor SAR Natuna.

“Begitu menerima laporan dari nelayan, tim langsung bergerak ke lokasi menggunakan Rigid Buoyant Boat (RBB) untuk melakukan evakuasi korban,” ujar Abdul Rahman.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Pelabuhan Penagi sebelum dibawa ke rumah duka menggunakan mobil jenazah Puskesmas Ranai.

Berdasarkan identifikasi yang dilakukan keluarga melalui tanda lahir pada tubuh korban, jenazah dipastikan merupakan Arip (20), salah seorang ABK KM Ocean Three yang berasal dari Desa Singgang Bulan, Desa Cemaga Utara, Kecamatan Bunguran Selatan, Kabupaten Natuna.

Abdul Rahman menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban sekaligus mengapresiasi peran nelayan yang turut membantu operasi pencarian.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada unsur SAR nelayan yang segera melaporkan temuan ini. Dengan ditemukannya saudara Arip, saat ini masih tersisa satu korban yang belum ditemukan, yaitu Yoga (21),” ujarnya.

Pencarian Terus Dilanjutkan

Hingga kini, Tim SAR Gabungan masih melanjutkan operasi pencarian terhadap korban terakhir dengan melibatkan berbagai unsur, di antaranya Kantor SAR Natuna, TNI AL, Bakamla, PSDKP, Polairud, HNSI, nelayan, serta instansi terkait lainnya.

Tim membagi area pencarian ke dalam beberapa sektor dengan fokus penyisiran mengarah ke utara mengikuti pola arus laut.

“Kami akan terus mengoptimalkan pencarian hingga seluruh korban berhasil ditemukan,” tegas Abdul Rahman. (***)

Penulis

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *