Example 728x250
Berita KepriKESEHATAN

Kepri Perkuat Layanan Bedah Jantung, Pasien Tak Perlu Lagi ke Jakarta

3
×

Kepri Perkuat Layanan Bedah Jantung, Pasien Tak Perlu Lagi ke Jakarta

Sebarkan artikel ini
Pemprov Kepri memperkuat layanan kesehatan rujukan agar masyarakat dapat menjalani penanganan penyakit jantung kompleks tanpa harus berobat ke Jakarta. Melalui kegiatan Proctorship Bedah Jantung di RSUD Raja Ahmad Tabib, Tanjungpinang, bekerja sama dengan RS Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita, Kamis (8/10/2026). (F-Diskominfo Kepri)

Tanjungpinang (SN) – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terus memperkuat layanan kesehatan rujukan agar masyarakat dapat menjalani penanganan penyakit jantung kompleks tanpa harus berobat ke Jakarta.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Proctorship Bedah Jantung di RSUD Raja Ahmad Tabib, Tanjungpinang, bekerja sama dengan RS Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita, Kamis (8/10/2026). Kegiatan yang berlangsung hingga 10 Oktober ini menjadi bagian dari penguatan kompetensi tenaga medis dan peningkatan kualitas layanan bedah jantung di Kepri.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan, pengembangan layanan kesehatan menjadi prioritas pemerintah daerah, terutama untuk memastikan masyarakat di wilayah kepulauan mendapatkan pelayanan berkualitas tanpa harus dirujuk ke luar daerah.

“Tujuan dari proctorship ini bagaimana masyarakat tidak lagi berobat untuk penyakit-penyakit berat ke Jakarta. Kita ingin layanan kesehatan yang berkualitas itu bisa tersedia di Kepri,” ujar Ansar.

Menurutnya, penguatan layanan tidak hanya dilakukan melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia. Saat ini, Pemprov Kepri mendukung pendidikan 58 dokter spesialis dan subspesialis untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis di rumah sakit provinsi maupun kabupaten/kota.

Pengembangan RSUD Raja Ahmad Tabib juga terus dilakukan, di antaranya melalui pembangunan gedung poliklinik enam lantai yang akan terhubung dengan gedung utama serta peningkatan fasilitas rawat inap.

Sementara itu, Direktur Utama RSJPD Harapan Kita, dr. Iwan Dakota, menjelaskan bahwa proctorship merupakan proses transfer pengetahuan dan keterampilan dari rumah sakit pengampu kepada rumah sakit yang didampingi. Pendampingan ini mencakup pelaksanaan tindakan, pemantauan, serta evaluasi untuk menjaga mutu pelayanan.

RSJPD Harapan Kita telah mendampingi pengembangan layanan jantung di Kepri sejak 2023. Melalui kegiatan ini, kemampuan tim medis RSUD Raja Ahmad Tabib kembali diperkuat, khususnya dalam pelaksanaan operasi bedah jantung terbuka.

Direktur RSUD Raja Ahmad Tabib, dr. Bambang Utoyo, menyampaikan bahwa layanan jantung rumah sakit tersebut terus berkembang. Poliklinik jantung kini melayani rata-rata 1.600 hingga 1.760 pasien setiap bulan, didukung fasilitas diagnostik dan laboratorium kateterisasi (cathlab) yang telah beroperasi sejak 2023.

Sepanjang 2025, cathlab mencatat 233 prosedur. Sementara hingga September 2026, jumlah tindakan telah mencapai 240 prosedur.

Dalam kegiatan proctorship kali ini, tim medis RSUD Raja Ahmad Tabib bersama RSJPD Harapan Kita telah menyeleksi pasien yang memenuhi kriteria. Sebanyak dua pasien dijadwalkan menjalani operasi bedah jantung terbuka, dengan satu pasien disiapkan sebagai cadangan.

Ansar berharap penguatan layanan tersebut dapat memperluas akses masyarakat terhadap penanganan penyakit jantung yang berkualitas. Ia juga mengingatkan pentingnya pencegahan dan edukasi kesehatan agar masyarakat tetap sehat dan terhindar dari penyakit.

“Jumlah orang yang datang lebih banyak bukanlah tanda kesuksesan rumah sakit. Justru bagaimana masyarakat tetap sehat dan tidak datang ke rumah sakit, itu yang menjadi tujuan kita,” tegasnya. (***)

Penulis

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *