Example 728x250
Berita KepriKESEHATANTanjungpinang

Kasus Malaria di Senggarang Capai 35 Orang, Dinkes Intensifkan Deteksi dan Pengobatan

17
×

Kasus Malaria di Senggarang Capai 35 Orang, Dinkes Intensifkan Deteksi dan Pengobatan

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Penyakit Malaria (F-Ist Net)

Tanjungpinang (SN) – Kasus malaria di Kelurahan Senggarang menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes Dalduk KB) Kota Tanjungpinang. Hingga 24 April 2026, sebanyak 35 kasus malaria tercatat ditemukan di wilayah tersebut, menjadikan Senggarang sebagai daerah dengan jumlah kasus tertinggi di Kota Tanjungpinang.

Berdasarkan data Dinkes, total terdapat 39 kasus malaria yang ditemukan di Kampung Bugis dan Senggarang. Dari jumlah itu, empat kasus berasal dari Kampung Bugis, sementara 35 kasus lainnya ditemukan di Senggarang.

Meningkatnya temuan kasus tersebut mendorong Dinkes untuk memperkuat upaya penanganan melalui pengawasan intensif di RW 4, RW 6, dan RW 7 Kelurahan Senggarang. Selain itu, posko pemeriksaan juga dibuka guna mempermudah masyarakat melakukan deteksi dini.

Kepala Dinkes Dalduk KB Kota Tanjungpinang, Rustam, mengatakan pembukaan posko pemeriksaan bertujuan mempercepat penemuan kasus sehingga pasien dapat segera memperoleh pengobatan.

“Kami berharap seluruh warga, baik yang bergejala maupun tidak bergejala, dapat segera melakukan pemeriksaan di posko-posko yang telah disiapkan,” ujarnya, Senin (1/6/2026).

Menurut Rustam, jumlah kasus yang saat ini tercatat belum menggambarkan kondisi akhir karena petugas masih terus melakukan pelacakan dan pemeriksaan di lapangan. Oleh karena itu, angka kasus berpotensi bertambah seiring berlangsungnya kegiatan penemuan kasus secara aktif maupun pasif.

Ia menegaskan bahwa pengobatan yang cepat dan tuntas menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran malaria lebih luas. Penderita diwajibkan mengonsumsi obat selama 14 hari tanpa terputus menggunakan Dihidroartemisinin-Piperaquine (DHP) dan Primakuin yang disediakan pemerintah.

“Dengan ditemukan dan diobati lebih awal, penderita yang sembuh tidak menjadi sumber penularan bagi keluarga maupun orang-orang di sekitarnya,” kata Rustam.

Selain fokus pada penemuan dan pengobatan pasien, Dinkes juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap malaria dengan menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi potensi tempat berkembang biaknya nyamuk Anopheles. (***)

Penulis

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *