Medan (SN) – Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan guna mendukung kelancaran operasional dan distribusi energi bagi masyarakat di wilayah Sumatera Bagian Utara.
Upaya tersebut diwujudkan melalui audiensi dan silaturahmi jajaran Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut dengan Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) I/Bukit Barisan, Senin (28/9/2026).
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fanda Chrismianto, hadir bersama jajaran manajemen Regional Sumbagut. Rombongan diterima langsung oleh Panglima Kodam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Hendy Antariksa, beserta jajaran.
Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk mempererat komunikasi sekaligus membahas penguatan koordinasi dalam mendukung kelancaran operasional dan distribusi energi, khususnya di wilayah kerja Sumatera Utara.
Fanda Chrismianto menyampaikan apresiasi atas sambutan serta dukungan Kodam I/Bukit Barisan terhadap operasional Pertamina Patra Niaga selama ini.
“Silaturahmi ini menjadi momentum untuk semakin memperkuat komunikasi dan koordinasi yang selama ini telah terjalin dengan baik. Kami mengapresiasi dukungan Kodam I/Bukit Barisan dan berharap sinergi ini dapat terus ditingkatkan dalam mendukung kelancaran penyaluran energi serta pelayanan kepada masyarakat,” ujar Fanda.
Menurutnya, kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan memiliki peran penting dalam memastikan distribusi energi berlangsung aman dan lancar. Hal tersebut menjadi semakin penting mengingat luasnya wilayah operasional Regional Sumbagut dengan karakteristik geografis serta dinamika distribusi yang beragam.
“Wilayah Sumbagut memiliki karakteristik geografis dan dinamika distribusi yang beragam. Karena itu, koordinasi dan sinergi dengan Kodam I/Bukit Barisan menjadi penting untuk mendukung kelancaran operasional kami dalam memenuhi kebutuhan energi masyarakat di berbagai wilayah,” tambahnya.
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut menegaskan komitmennya untuk terus membangun komunikasi dan memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keandalan operasional, memastikan distribusi energi tetap berjalan lancar, serta memberikan pelayanan energi yang optimal bagi masyarakat di wilayah Sumatera Bagian Utara. (***)












