Tanjungpinang (SN) – Menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepulauan Riau (Kepri) VI 2026, Pemerintah Kota Tanjungpinang menggelar doa bersama di Situs Istana Kota Lama atau Kota Rebah, Jumat (30/10/2026).
Doa bersama tersebut digelar sebagai bentuk ikhtiar dan harapan agar seluruh rangkaian Porprov Kepri VI yang dipusatkan di Kota Tanjungpinang dapat berjalan lancar dan sukses.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari persiapan kirab api obor Porprov Kepri VI yang akan dimulai dari Kota Rebah pada Minggu (1/11/2026), sebelum dibawa melintasi sejumlah wilayah di Tanjungpinang menuju lokasi pembukaan pesta olahraga tingkat provinsi tersebut.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tanjungpinang, Ruli Friady, mengatakan doa bersama menjadi momentum untuk memohon kelancaran, keselamatan, dan kesuksesan seluruh rangkaian kegiatan Porprov, mulai dari kirab api obor hingga pertandingan berbagai cabang olahraga.
“Melalui doa bersama ini, kami berharap kirab api obor dan seluruh rangkaian pelaksanaan Porprov Kepri VI di Kota Tanjungpinang dapat berjalan lancar,” kata Ruli.
Doa bersama tersebut turut dihadiri tokoh masyarakat Kota Rebah, panitia kirab api obor yang diketuai Awang Brima, perwakilan Dinas Perhubungan Kota Tanjungpinang, serta penjaga situs bersejarah Kota Rebah.
Ruli menjelaskan, kirab api obor Porprov Kepri VI akan dilepas langsung oleh Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza, pada Minggu (1/11/2026).
Sebanyak 25 atlet berprestasi asal Tanjungpinang akan ambil bagian dalam kirab tersebut. Mereka dijadwalkan membawa api obor melintasi empat kecamatan dengan jarak tempuh diperkirakan mencapai 30 kilometer.
Koordinator Kirab Api Obor Porprov Kepri VI, Raja Nazarudin, menyebutkan para atlet yang dilibatkan merupakan putra-putri terbaik daerah yang memiliki rekam jejak prestasi di berbagai ajang olahraga.
“Sebanyak 25 atlet ini merupakan atlet berprestasi yang pernah berjuang merebut medali di berbagai cabang olahraga, baik pada kejuaraan dunia, nasional, maupun daerah,” ujar Raja Nazarudin.
Pemilihan Kota Rebah sebagai titik awal pengambilan api obor bukan tanpa alasan. Situs Istana Kota Lama yang berada di kawasan Hulu Riau tersebut memiliki nilai sejarah penting dalam perjalanan Kesultanan Johor-Riau.
Kini, kawasan itu menjadi salah satu destinasi wisata sejarah, budaya, dan religi di Kota Tanjungpinang. Pengambilan api obor dari situs bersejarah ini sekaligus memberikan makna tersendiri bagi pelaksanaan Porprov Kepri VI, dengan memadukan semangat olahraga dan nilai-nilai sejarah daerah. (***)












