– Awali Perjalanan Suci Jemaah Kepri ke Tanah Suci
Batam (SN) – Suasana haru dan khidmat menyelimuti Aula Arafah II Asrama Haji Batam pada Rabu, (223/4/2026). Di tengah lantunan doa dan wajah-wajah penuh harap, Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad secara resmi melepas keberangkatan kloter pertama calon jemaah haji (CJH) Embarkasi Batam tahun 1447 H/2026 M.
Kloter pertama ini bukan sekadar rombongan keberangkatan, melainkan simbol harapan ribuan umat Muslim di Kepulauan Riau yang telah lama menanti panggilan suci. Dengan penuh kebanggaan, Ansar menyampaikan bahwa ibadah haji adalah perjalanan spiritual yang luar biasa sebuah impian besar yang kini mulai terwujud bagi para jemaah.
“Ibadah haji adalah perjalanan rohani yang agung. Kami bangga melihat antusiasme masyarakat Kepri yang begitu besar untuk menunaikan rukun Islam kelima ini,” ujarnya.
Embarkasi Batam sendiri kembali menunjukkan peran strategisnya sebagai gerbang utama keberangkatan haji, melayani jemaah dari Kepulauan Riau, Riau, Kalimantan Barat, dan Jambi. Tahun ini, sebanyak 10.945 jemaah akan diberangkatkan dari embarkasi ini dalam 25 kloter, menggunakan maskapai Saudia Airlines menuju Makkah.
Namun, sorotan utama tertuju pada kloter pertama rombongan yang terdiri dari jemaah asal Kabupaten Lingga (27 orang), Bintan (44 orang), Tanjungpinang (145 orang), dan Batam (145 orang), yang didampingi empat petugas. Mereka adalah yang pertama mengawali rangkaian panjang ibadah haji tahun ini dari Embarkasi Batam.
Di balik semangat itu, Ansar juga mengingatkan akan tantangan yang akan dihadapi, mulai dari cuaca ekstrem di Arab Saudi hingga kondisi fisik jemaah, terutama bagi mereka yang lanjut usia. Ia menekankan pentingnya kebersamaan dan kepedulian antarjemaah selama perjalanan.
“Saya minta seluruh jemaah saling menjaga, peduli, dan tidak ragu meminta bantuan petugas,” pesannya dengan tegas.
Pemerintah, melalui Kementerian Agama dan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), memastikan bahwa pelayanan maksimal telah disiapkan. Program “Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan” menjadi prioritas, didukung layanan One Stop Service yang memudahkan seluruh proses sebelum keberangkatan mulai dari administrasi hingga pemeriksaan kesehatan.
Ansar juga menegaskan bahwa tidak boleh ada pelayanan yang setengah hati bagi para tamu Allah. Seluruh petugas, dari tenaga medis hingga pembimbing ibadah, disiagakan untuk mendampingi jemaah selama 24 jam, memastikan keamanan dan kenyamanan mereka.
Menutup sambutannya, Ansar menitipkan pesan yang menggema di hati para jemaah agar perjalanan ini tidak hanya menjadi ibadah personal, tetapi juga membawa doa bagi daerah dan bangsa.
“Panjatkan doa terbaik, tidak hanya untuk diri sendiri dan keluarga, tetapi juga untuk Indonesia dan Kepulauan Riau. Semoga seluruh jemaah kembali dengan predikat haji yang mabrur dan mabruroh.”
Dengan langkah mantap dan doa yang mengiringi, kloter pertama pun bersiap meninggalkan tanah air membawa harapan, keikhlasan, dan tekad menuju panggilan Ilahi. (***)

