Tanjungpinang (SN) – Pemerintah Kota Tanjungpinang dalam memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat terus menunjukkan hasil yang menggembirakan. Hingga Rabu (1/4/2026), total air bersih yang berhasil didistribusikan telah mencapai sekitar 533 ton, menandai kerja keras tim di lapangan yang terus bergerak tanpa henti.
Distribusi ini melibatkan kolaborasi berbagai pihak, dengan pasokan air yang bersumber dari BPBD, PDAM, serta sejumlah sumber pendukung lainnya. Tim pendistribusian pun terus menjangkau wilayah-wilayah terdampak dengan intensitas yang semakin tinggi.
Pada tahap akhir penyaluran, fokus diarahkan ke kawasan dengan kebutuhan mendesak. Sejumlah wilayah menerima pasokan dalam jumlah besar, seperti Komplek Bintan Center Blok E (7 ton), Perum Griya Bestari (22 ton), dan Kampung Bugis yang menjadi salah satu titik prioritas dengan distribusi mencapai 27 ton.
Selain itu, penyaluran juga dilakukan secara merata ke berbagai titik lainnya, di antaranya Jalan D.I. Panjaitan Km 9 (1 ton), Jalan Puskesmas (2 ton), Jalan Sukajaya 5 (1 ton), serta Jalan Harmoko (3 ton). Kawasan lain seperti Jalan Singkong (9 ton), Perumahan Kijang Kencana 3 (2 ton), dan Kampung Bulang juga turut mendapatkan suplai, termasuk ke fasilitas ibadah seperti Masjid Al Isra’.
Di wilayah Senggarang, distribusi mencapai 13 ton di Perumahan Griya Senggarang Permai serta 2,5 ton di Masjid Nurussa’adah. Sementara itu, bantuan air bersih juga mengalir ke Perumahan Bintan Permai (5 ton), RSUP (17 ton), hingga Masjid Khadijah Zainel Nurul Hag (1 ton).
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang, Teguh Susanto, menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja terpadu seluruh tim.
“Total penyaluran air bersih hingga saat ini telah mencapai sekitar 533 ton. Ini menunjukkan komitmen pemerintah kota dalam merespons kebutuhan masyarakat secara cepat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa strategi distribusi kini dilakukan secara lebih adaptif, menyesuaikan kondisi lapangan serta tingkat kebutuhan di masing-masing wilayah.
“Kami terus memetakan kebutuhan agar distribusi merata. Jika masih ada wilayah yang kesulitan air, tentu akan segera kami tindaklanjuti,” jelasnya. (***)

