Example 728x250
Berita KepriEKONOMITanjungpinang

Dishub Tanjungpinang Benahi Trayek Angkot, Sesuaikan Perkembangan Kawasan Baru

11
×

Dishub Tanjungpinang Benahi Trayek Angkot, Sesuaikan Perkembangan Kawasan Baru

Sebarkan artikel ini
Dishub Kota Tanjungpinang akan melakukan pembenahan jaringan angkutan kota (angkot). Penataan ini dilakukan agar layanan transportasi umum tetap relevan dengan pola mobilitas masyarakat yang terus berubah. Terlihat angkot saat menunggu penumpang di Jalan Merdeka, belum lama ini. (F-Sketsa)

Tanjungpinang (SN) – Perkembangan kawasan permukiman dan pusat aktivitas baru di Tanjungpinang mendorong Dinas Perhubungan (Dishub) melakukan pembenahan jaringan angkutan kota (angkot). Penataan ini dilakukan agar layanan transportasi umum tetap relevan dengan pola mobilitas masyarakat yang terus berubah.

Dalam beberapa tahun terakhir, aktivitas warga tidak lagi terpusat di kawasan kota lama. Sejumlah wilayah seperti Bintan Center hingga Kilometer 11 sampai Kilometer 15 kini tumbuh menjadi pusat permukiman, pendidikan, dan aktivitas ekonomi baru. Namun, sebagian trayek angkot dinilai belum mampu menjangkau kawasan tersebut secara optimal.

Kepala Bidang Angkutan Jalan Dishub Tanjungpinang, Habibi, mengatakan perkembangan kota harus diiringi dengan jaringan transportasi yang mampu menghubungkan pusat-pusat aktivitas masyarakat.

“Tentu harus ada jaringan angkutan yang menghubungkan ke sana,” ujarnya, Rabu (20/5/2026).

Sebagai langkah awal pembenahan, Dishub mulai menyusun Rencana Umum Jaringan Transportasi Trayek Perkotaan (RUJTTP). Penyusunan diawali dengan pendataan kondisi angkot yang masih beroperasi, baik dari sisi pelayanan maupun jumlah armada aktif di lapangan.

“Pertama kita mendata kondisi existing angkutan kota yang ada terkait pelayanan dan armada yang benar-benar masih beroperasi di Tanjungpinang,” katanya.

Penataan trayek ini diharapkan mampu membuat layanan angkutan umum lebih mudah menjangkau kawasan permukiman baru, pusat pendidikan, hingga titik-titik aktivitas masyarakat yang terus berkembang.

Tak hanya itu, Dishub juga mulai mengintegrasikan layanan angkutan umum dengan kebutuhan transportasi pelajar. Upaya tersebut dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pelajar terhadap penggunaan sepeda motor sekaligus menekan risiko kecelakaan lalu lintas.

“Sekarang kita berupaya mengoneksikan angkutan umum dengan layanan transportasi pelajar,” tambah Habibi.

Sebagai bentuk dukungan terhadap mobilitas masyarakat, Dishub sebelumnya juga telah mengoperasikan trayek Bus Rapid Transit (BRT) rute Terminal Senggarang–Terminal Dompak. Trayek ini diharapkan dapat menunjang aktivitas warga dan mahasiswa di kawasan Dompak.

Berdasarkan pendataan sementara bersama asosiasi angkutan kota, saat ini terdapat sekitar 30 unit angkot yang masih aktif beroperasi di Tanjungpinang.

Melalui penataan trayek dan pembenahan layanan ini, Dishub berharap angkot tetap menjadi pilihan transportasi masyarakat di tengah perkembangan kota yang semakin meluas.

“Kami tidak ingin angkot mati suri, karena itu akan kita tata bersama para pengelola agar ada solusi yang sama-sama baik,” pungkas Habibi. (***)

Penulis

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *