Batam (SN) – Pemerintah Kota (Pemko) Batam semakin serius membenahi kualitas data demi mendorong pembangunan yang lebih tepat sasaran. Komitmen ini ditegaskan dalam rapat pembinaan statistik sektoral yang dirangkaikan dengan pencanangan program Kelurahan Cinta Statistik (Cantik) Tahun 2026 di Kantor Walikota Batam, Kamis (9/4/2026).
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batam, Rudi Panjaitan, menekankan bahwa data bukan sekadar angka, melainkan fondasi utama dalam merancang kebijakan yang efektif. Menurutnya, ketersediaan data yang mutakhir, akurat, dan layak publikasi menjadi kunci keberhasilan pembangunan daerah.
“Pada triwulan ketiga tahun ini, seluruh perangkat daerah ditargetkan mencapai progres 100 persen dalam pengisian data. Bukan hanya lengkap, tetapi juga harus berkualitas dan mampu bersaing di tingkat nasional,” ujarnya.
Upaya ini bukan tanpa tantangan. Dari total 53 perangkat daerah di lingkungan Pemko Batam, sebanyak 42 instansi telah mencapai progres pengisian data 100 persen. Namun, masih ada sejumlah instansi yang perlu mengejar ketertinggalan agar target bersama dapat tercapai.
Rudi menegaskan, statistik sektoral kini menjadi bagian penting dari indikator kinerja, sehingga tidak bisa lagi dianggap sebagai tugas tambahan. Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah telah menyediakan berbagai fasilitas, mulai dari aplikasi pendukung hingga pembaruan surat keputusan penyelenggara guna mengantisipasi kendala teknis maupun administratif.
Di sisi lain, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, Eko Aprianto, mengapresiasi sinergi yang terjalin antara BPS sebagai pembina data dan Dinas Kominfo sebagai walidata. Ia menilai kolaborasi ini sangat krusial dalam mengintegrasikan statistik dasar dan sektoral sesuai ketentuan yang berlaku.
“Nilai EPSS Batam tahun 2024 berada di angka 2,46. Dengan peningkatan kualitas dan standarisasi data, Batam memiliki peluang besar untuk naik ke kategori baik,” jelasnya optimistis.
Momentum ini juga ditandai dengan peluncuran program Kelurahan Cantik Tahun 2026, sebuah inisiatif yang bertujuan meningkatkan literasi statistik hingga ke tingkat kelurahan. Melalui program ini, diharapkan data yang dihasilkan semakin akurat dan sesuai kaidah statistik.
Sebagai langkah awal, tiga kelurahan di Kecamatan Batu Ampar ditetapkan sebagai proyek percontohan, yaitu Kelurahan Sungai Jodoh, Kampung Seraya, dan Batu Merah.
Eko berharap program tersebut dapat menjadi inspirasi bagi kelurahan lain di Batam. “Jika data di tingkat kelurahan sudah akurat, maka kebijakan yang diambil akan lebih tepat sasaran dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya. (***)

