Example 728x250
BatamHUKRIM

Balita Hanyut di Tanjung Sengkuang Ditemukan Meninggal Dunia Setelah Tiga Hari Pencarian

4
×

Balita Hanyut di Tanjung Sengkuang Ditemukan Meninggal Dunia Setelah Tiga Hari Pencarian

Sebarkan artikel ini
Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan balita yang sebelumnya dilaporkan hanyut terbawa arus banjir di kawasan Tanjung Sengkuang, Kota Batam. Korban ditemukan pada, Rabu (24/6/2026) dalam kondisi meninggal dunia. (F-Ist U/Sketsa)

Batam (SN) – Setelah tiga hari pencarian tanpa henti, Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan balita bernama Ibas (2) yang sebelumnya dilaporkan hanyut terbawa arus gorong-gorong di kawasan Tanjung Sengkuang, Pelabuhan Pendi, Kota Batam. Korban ditemukan pada, Rabu pagi (24/6/2026) dalam kondisi meninggal dunia.

Penemuan korban mengakhiri operasi pencarian yang melibatkan berbagai unsur SAR sejak peristiwa tragis tersebut terjadi pada Senin (22/6/2026). Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Tanjungpinang, Eryk Subariyanto, mengatakan korban ditemukan pada hari ketiga operasi pencarian.

Sejak pukul 06.30 WIB, Tim SAR Gabungan membagi personel menjadi dua regu untuk memperluas area pencarian. Regu pertama melakukan penyisiran di sepanjang aliran drainase kawasan Perumahan Tanjung Sengkuang, sementara regu kedua menyisir area muara drainase, pesisir Pantai Tanjung Buntung hingga kawasan hutan mangrove di perairan Sengkuang.

Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Pada pukul 07.15 WIB, korban berhasil ditemukan. Tim SAR kemudian segera melakukan evakuasi dan membawa jasad korban ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

“Korban berhasil ditemukan pada pukul 07.15 WIB. Selanjutnya korban langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga,” ujar Eryk.

Dengan ditemukannya korban, Basarnas bersama Tim SAR Gabungan langsung menggelar evaluasi dan debriefing terhadap seluruh personel yang terlibat. Operasi SAR pun secara resmi dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup.

Eryk turut menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban serta mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian.

“Kami turut berduka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Terima kasih dan apresiasi kepada seluruh unsur SAR gabungan, mulai dari TNI, Polri, BPBD, instansi pemerintah daerah, Tagana, hingga masyarakat yang telah menunjukkan sinergi, solidaritas, dan kerja keras sejak hari pertama pencarian,” ungkapnya.

Sebelumnya, Ibas dilaporkan hanyut saat wilayah Tanjung Sengkuang diguyur hujan deras pada Senin sore. Saat kejadian, balita tersebut diketahui sedang bermain hujan di depan rumahnya.

Diduga akibat kondisi jalan yang licin dan derasnya aliran air, korban terpeleset dan jatuh ke dalam saluran gorong-gorong. Arus yang kuat kemudian menyeret tubuh korban hingga menghilang.

Peristiwa ini sempat mengundang perhatian dan simpati masyarakat setempat. Sejak laporan diterima, Tim SAR Gabungan terus melakukan pencarian secara intensif dengan menyisir aliran drainase, muara, kawasan pesisir, hingga hutan mangrove di sekitar lokasi kejadian. (***)

Penulis

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *